BORNEONEWS, Palangka Raya - Harga daging ayam ras di Kalimantan Tengah kembali mengalami kenaikan pada Juli 2026 setelah empat bulan berturut-turut mengalami penurunan.
Pergerakan harga komoditas pangan tersebut menjadi salah satu dinamika yang turut memengaruhi perkembangan inflasi daerah.
Hal ini disampaikan Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Toto Haryanto Silitonga. Menurutnya, harga daging ayam ras mengalami kenaikan setelah sebelumnya terus menurun pada periode Maret hingga Juni 2026.
"Harga daging ayam ras mengalami kenaikan setelah empat bulan berturut-turut, yakni Maret hingga Juni, mengalami penurunan," ujar Toto pada Rabu, 5 Agustus 2026.
Berdasarkan data BPS, inflasi Year-on-Year atau y-on-y Provinsi Kalimantan Tengah pada Juli 2026 tercatat sebesar 4,32 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Kapuas yang mencapai 4,78 persen.
"Pergerakan harga komoditas pangan menjadi salah satu dinamika yang perlu dicermati dalam perkembangan harga di daerah," tuturnya.
Daging ayam ras merupakan salah satu komoditas yang perubahannya dapat berdampak terhadap pengeluaran masyarakat.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dinamika harga pangan, termasuk daging ayam ras, menjadi bagian dari perkembangan inflasi Kalimantan Tengah.
Di tengah inflasi y-on-y sebesar 4,32 persen, stabilitas pasokan dan harga pangan tetap menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan.(TESTI PRISCILLA)









