SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Sebanyak 70 calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan (Pusdiklat) sebagai persiapan bertugas pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026.

Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Kotim Waren mengatakan, pelatihan tersebut tidak hanya bertujuan mempersiapkan peserta menjadi pasukan pengibar bendera yang disiplin dan profesional, tetapi juga membentuk generasi muda yang memiliki jiwa kepemimpinan dan berkarakter Pancasila.

"Tujuan lain dari pendidikan dan pelatihan ini untuk membentuk kader pemimpin yang berkarakter Pancasila di masa depan di Kabupaten Kotawaringin Timur," kata Waren, Rabu, 5 Agustus 2026.

Dirinya mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang berhasil lolos seleksi dan dipercaya mengemban tugas pengibaran bendera pada upacara HUT RI ke-81.

Selama mengikuti pemusatan pelatihan, para peserta akan dibina oleh tenaga profesional yang berasal dari Kodim 1015/Sampit, Polres Kotim, Brimob Polda Kalimantan Tengah, Yonif 631/Antang, Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kotim, serta para pembina lainnya.

Mereka akan dibekali berbagai materi guna membentuk karakter disiplin, tangguh, bertanggung jawab, dan memiliki dedikasi tinggi sehingga mampu menjalankan tugas sebagai pasukan pengibar bendera dengan baik.

Waren meminta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kotim untuk terus memberikan perhatian kepada para anggota Paskibraka setelah pelatihan selesai agar mereka dapat berkembang menjadi generasi muda yang berkualitas.

"Saya menghimbau kepada Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Kotawaringin Timur untuk terus memperhatikan, mendorong, dan memotivasi pemuda-pemudi pilihan ini agar menjadi pelopor pembangunan dan teladan bagi generasi muda lainnya," ujarnya.

Ia berpesan kepada seluruh calon anggota Paskibraka agar mempersiapkan diri secara fisik maupun mental selama mengikuti pendidikan dan pelatihan yang menerapkan disiplin tinggi.

Menurutnya, ketangguhan, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab menjadi modal utama dalam mengemban tugas pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan.

"Tetap tegar, pertahankan kemampuan yang sudah dimiliki, ikuti arahan para pelatih dengan sungguh-sungguh agar seluruh rangkaian pendidikan dan pelatihan berjalan sesuai target," imbuhnya.

Waren menambahkan, tugas mengibarkan Sang Merah Putih bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi simbol persatuan dalam keberagaman serta wujud kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ia berharap seluruh peserta mampu menjaga kekompakan dan semangat persatuan demi memberikan yang terbaik bagi Kotim. 

Dirinya juga mengajak seluruh pelatih, pembina, dan anggota DPPI Kotim untuk memberikan pembinaan secara maksimal agar pelaksanaan pengibaran bendera pada 17 Agustus mendatang dapat berlangsung sukses dan khidmat.

Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan Calon Paskibraka Kotim Tahun 2026 diikuti 70 peserta yang berasal dari SMA, SMK, dan MA negeri maupun swasta se-Kotim. Rinciannya terdiri dari 43 putra dan 27 putri.

Seluruh peserta menjalani karantina dan pelatihan di Asrama Balai Diklat Aparatur BKPSDM Kabupaten Kotawaringin Timur atau yang dikenal sebagai Desa Bahagia, mulai 4 hingga 18 Agustus 2026.

Selama mengikuti pelatihan, peserta mendapatkan kurikulum yang menggabungkan pembelajaran aktif, pelatihan, dan pengasuhan. Materi yang diberikan meliputi Pancasila dan kewarganegaraan, wawasan kebangsaan, ketahanan nasional, revolusi mental, kepemimpinan, kepribadian, literasi digital, kenakalan remaja dan perlindungan anak, bahaya narkoba, serta kepaskibrakaan.

Selain materi teori, peserta juga menjalani latihan dasar kepemimpinan, Peraturan Baris Berbaris (PBB), hingga praktik pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih sebagai persiapan menghadapi tugas pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kotim. (DEWI PATMALASARI/j)