PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Operasi Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Kalimantan Tengah terus diperkuat dengan melibatkan Satgas Udara, Satgas Darat, serta unsur gabungan lintas sektor untuk melakukan patroli, pemadaman, pendinginan area terdampak, dan pencegahan meluasnya kebakaran.

Dalam operasi tersebut, Satgas Udara mengerahkan armada patroli udara untuk memantau wilayah rawan Karhutla. Selain itu, helikopter water bombing disiagakan guna mendukung pemadaman berdasarkan hasil pemantauan dan kebutuhan di lapangan. Sementara Satgas Darat mengerahkan 17 regu untuk melakukan pemadaman, patroli kawasan rawan, pendinginan lokasi terbakar, serta merespons laporan kebakaran di sejumlah wilayah.

"Operasi Siaga Darurat Karhutla melibatkan Satgas Udara, Satgas Darat, dan unsur gabungan lintas sektor untuk melakukan patroli, pemadaman, pendinginan area terdampak, serta langkah pencegahan agar kebakaran tidak meluas," sebut BPBPK Kalteng dalam rilis resminya seperti dikutip Borneonews pada Rabu, 5 Agustus 2026.

Salah satu lokasi prioritas penanganan berada di kawasan Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau. Di wilayah tersebut, operasi gabungan diperkuat oleh 32 regu yang terdiri atas BPBPK Provinsi Kalimantan Tengah, TNI, Polri, Tim Serbu Api Kecamatan (TSAK), Masyarakat Peduli Api (MPA), Barisan Pemadam Kebakaran (BPK), serta unsur pendukung lainnya.

Fokus kegiatan di kawasan tersebut meliputi pemadaman titik api, pendinginan lahan gambut, patroli kawasan rawan, serta berbagai upaya pencegahan agar api tidak kembali muncul dan meluas ke wilayah sekitar.

"Seluruh personel terus bergerak melakukan patroli, pemadaman, pendinginan area terdampak, serta langkah pencegahan agar kebakaran tidak meluas," pungkasnya. (HERMAWAN DP/J)