BORNEONEWS, Moskow – Menteri Dalam Negeri Slovakia, Matus Sutaj Estok, meminta Uni Eropa memprioritaskan perlindungan perbatasan eksternal menyusul lonjakan kedatangan migran di Ceuta, wilayah Spanyol di Afrika Utara.
Menurutnya, kegagalan menjaga perbatasan luar dapat mendorong negara-negara Eropa kembali menerapkan pemeriksaan di antara anggota kawasan Schengen. Kondisi itu berpotensi menimbulkan antrean perjalanan dan mengurangi kebebasan bergerak warga.
“Saya menyampaikan kepada rekan-rekan hal yang sama seperti yang saya sampaikan di Slovakia. Pilihannya sangat sederhana, kita melindungi perbatasan eksternal Eropa atau pemeriksaan, antrean, dan waktu tunggu di antara negara-negara Schengen akan kembali,” kata Estok melalui rekaman video, Selasa, 4 Agustus 2026.
Estok menyampaikan solidaritas Slovakia kepada Spanyol. Pemerintah Slovakia juga menawarkan pengerahan personel kepolisian dan perlengkapan untuk membantu memperkuat pengamanan perbatasan.
Ia menyebut lonjakan migran di Ceuta menunjukkan pentingnya aturan yang jelas, pengawasan lapangan, serta koordinasi antarnegara dalam menangani migrasi tidak teratur.
Pertemuan luar biasa para menteri dalam negeri Uni Eropa digelar secara virtual untuk membahas situasi tersebut. Pertemuan itu menghasilkan dukungan terhadap Spanyol dan dorongan memperkuat perlindungan perbatasan luar Uni Eropa.
Menteri Dalam Negeri Spanyol, Fernando Grande-Marlaska, mengatakan sekitar 72.000 migran memasuki Ceuta dalam gelombang kedatangan massal pada akhir Juli 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar 70.000 orang telah meninggalkan wilayah itu dan kembali ke Maroko.
Angka tersebut memperbarui laporan awal yang menyebut sekitar 50.000 orang menyeberang sejak Kamis pagi dan sebanyak 60.000 orang memasuki Ceuta dalam beberapa hari.
Grande-Marlaska menegaskan peristiwa di Ceuta tidak menimbulkan pergerakan lanjutan secara signifikan menuju kawasan Schengen karena wilayah itu memiliki pengaturan perbatasan khusus.
Sementara itu, Menteri Kehakiman, Dalam Negeri dan Migrasi Irlandia, Jim O’Callaghan, menyatakan pengamanan perbatasan eksternal merupakan tanggung jawab bersama seluruh negara anggota Uni Eropa.
Ia menekankan perlunya respons Eropa yang bersatu dalam membantu Spanyol menangani migrasi tidak teratur dan memperkuat keamanan perbatasan.
ANTARA









