PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Sebanyak 256 titik panas (hotspot) terpantau di Provinsi Kalimantan Tengah berdasarkan pemantauan BMKG Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya pada 3 Agustus 2026. Sebaran terbanyak berada di Kabupaten Kotawaringin Timur dengan 62 titik, Kabupaten Pulang Pisau 57 titik, dan Kabupaten Sukamara 33 titik.

Penanganan Karhutla dilakukan di sejumlah wilayah, di antaranya Desa Tumbang Nusa dan Tanjung Taruna di Kabupaten Pulang Pisau, Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan, serta Kameloh Baru. Tim gabungan memanfaatkan berbagai peralatan pendukung, seperti mesin pemadam, kendaraan operasional, pompa air, selang, drone pemantauan, tangki air, sumur bor, hingga alat berat.

"Sebanyak 256 titik panas terpantau di Kalimantan Tengah berdasarkan pemantauan 3 Agustus 2026. Sebaran terbanyak berada di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Pulang Pisau, dan Kabupaten Sukamara," sebut BPBPK Kalteng dalam rilis resminya seperti dikutip Borneonews pada Rabu, 5 Agustus 2026.

Selain melakukan pemadaman, Satgas Karhutla juga melaksanakan patroli dan sosialisasi kepada masyarakat. Edukasi diberikan mengenai larangan membuka lahan dengan cara membakar serta ancaman hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan.

Berdasarkan pemantauan hingga 4 Agustus 2026, Provinsi Kalimantan Tengah mencatat 238 titik hotspot harian, 25 kejadian Karhutla, satu kegiatan groundcheck, serta luas lahan terdampak mencapai 43,608 hektare. 

Secara akumulatif sejak 1 Januari hingga 4 Agustus 2026, tercatat 4.883 titik hotspot, 933 kejadian Karhutla, dan total luas lahan terbakar mencapai 1.760,74 hektare.

"Patroli dan sosialisasi terus dilaksanakan sebagai upaya pencegahan agar tidak terjadi pembukaan lahan dengan cara membakar serta untuk menekan munculnya titik api baru," sebut BPBPK Kalteng dalam rilis resminya. (HERMAWAN DP/J)