BORNEONEWS, Palangka Raya – Sekretaris Komisi III DPRD Palangka Raya, Rana Muthia Oktari meminta Pemko melalui dinas kesehatan segera memperkuat langkah perlindungan kesehatan bagi peserta didik di tengah memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Rana menilai kondisi kabut asap yang mulai menyelimuti Kota Palangka Raya harus direspons dengan langkah cepat agar tidak berdampak pada kesehatan anak, terutama siswa yang setiap hari mengikuti kegiatan belajar mengajar.
"Kami meminta Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan segera membagikan masker gratis serta suplemen kesehatan kepada peserta didik. Jangan menunggu sampai jumlah kasus ISPA meningkat baru bergerak," ujarnya, Rabu 5 Agustus 2026.
Rana meminta seluruh satuan pendidikan mematuhi surat edaran Dinas Pendidikan mengenai penyesuaian kegiatan belajar selama kualitas udara menurun, termasuk mengurangi aktivitas di luar ruangan seperti olahraga, senam, upacara, dan kegiatan ekstrakurikuler.
"Keselamatan dan kesehatan peserta didik harus menjadi prioritas utama. Kami juga mengimbau, sekolah memastikan seluruh siswa menggunakan masker saat berada di lingkungan sekolah serta memperbanyak konsumsi air putih dan makanan bergizi," tegasnya.
Rana menambahkan pemerintah perlu memastikan stok masker dan suplemen kesehatan tersedia di puskesmas maupun sekolah sehingga dapat segera didistribusikan apabila kondisi kabut asap semakin memburuk.
Ia berharap seluruh pihak, termasuk masyarakat, ikut berperan mencegah meluasnya kabut asap dengan tidak membakar lahan maupun sampah, sehingga kualitas udara di Kota Palangka Raya dapat segera membaik dan aktivitas pendidikan tetap berjalan dengan aman. (MARINI/Y)









