JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas menilai investasi melalui penguatan seni budaya dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) kreatif menjadi strategi penting untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global.

Sekretaris Kementerian PPN/Sekretaris Utama Bappenas, Teni Widuriyanti, mengatakan Manajemen Talenta Nasional dipersiapkan sebagai instrumen kebijakan untuk membangun SDM unggul secara terstruktur, sistematis, dan berkelanjutan.

"Manajemen Talenta Nasional didesain sebagai upaya menjaga dan mengawal potensi yang ada. Ini merupakan ikhtiar serius pemerintah untuk membentuk sumber daya manusia yang unggul dan memiliki daya saing," ujar Teni dalam acara Road to Talent Fest 2026 Bidang Seni Budaya, di Jakarta, Rabu.

Teni menilai sektor seni budaya selama ini belum sepenuhnya dipandang sebagai penggerak ekonomi, padahal Indonesia memiliki modal budaya yang sangat besar.

Padahal menurutnya sektor seni dan budaya memiliki peran strategis dalam meningkatkan produktivitas nasional dan mendukung pertumbuhan ekonomi, sejalan dengan visi pembangunan pemerintah.

Melalui Manajemen Talenta Nasional, pemerintah ingin meningkatkan kualitas talenta kreatif, mendorong lahirnya karya dan produk budaya bernilai tinggi, serta memperkuat industri kreatif yang mencakup seni rupa, musik, film, seni pertunjukan, kriya, hingga sastra.

“Itu menegaskan sektor seni budaya ini motornya pertumbuhan, tidak selalu sektor sosial, sektor ekonomi lain. Sebenarnya di depan mata kita sudah punya potensinya. Kenapa enggak kita siapkan dengan sebaik-baiknya karena ini akan memberikan kontribusi yang sangat-sangat besar untuk pertumbuhan kita,” katanya.

Ia menjelaskan pemerintah juga ingin memastikan para seniman dan pelaku budaya memiliki jalur pembinaan yang jelas, memperoleh pengakuan atas karya mereka, serta memiliki prospek karier yang berkelanjutan. Dengan begitu, seni budaya tidak hanya menjadi ruang ekspresi, tetapi juga menjadi sektor ekonomi yang mampu menciptakan lapangan kerja dan nilai tambah.

Menurut Teni, kekayaan budaya Indonesia yang tersebar di berbagai daerah merupakan keunggulan kompetitif yang tidak dimiliki banyak negara. Potensi tersebut perlu dikelola secara lebih terintegrasi agar mampu menghasilkan karya kreatif yang memiliki daya saing di pasar global.

Untuk itu, pengembangan talenta tidak lagi dilakukan secara sektoral, melainkan melalui proses yang terukur mulai dari identifikasi potensi, pembibitan, pengembangan, hingga penguatan talenta.

Manajemen Talenta Nasional merupakan program strategis jangka panjang pemerintah Indonesia dan merupakan program prioritas nasional dalam upaya mencapai visi Indonesia Emas 2045.

Bappenas juga akan memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan, kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, serta pelaku nonpemerintah guna membangun ekosistem yang mendukung pertumbuhan talenta kreatif.

Salah satu langkah yang didorong adalah pengembangan fasilitas seperti taman budaya sebagai pusat pembinaan, peningkatan kapasitas, dan ruang ekspresi bagi talenta di daerah.

ANTARA