BORNEONEWS, Nanga Bulik – Belum lama ini, Pemerintah Kabupaten Lamandau menerima kunjungan reses Anggota Komisi XII DPR RI Daerah Pemilihan Kalimantan Tengah, Sigit K. Yunianto. Kegiatan tersebut menjadi forum penyerapan aspirasi masyarakat, dengan persoalan layanan listrik dan bahan bakar minyak (BBM) menjadi isu yang paling banyak disampaikan.
Kunjungan reses dihadiri Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra, Sekretaris Daerah, jajaran asisten Setda, kepala OPD, anggota DPRD, Camat Bulik dan Camat Sematu Jaya, kepala desa, lurah, serta perwakilan Pertamina Patra Niaga dan PLN.
Bupati Rizky Aditya Putra mengatakan kegiatan reses menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pemerintah pusat, sehingga berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dapat disampaikan secara langsung.
"Melalui dialog seperti ini, berbagai aspirasi dan permasalahan yang dihadapi masyarakat dapat disampaikan secara langsung sehingga menjadi bahan perhatian dan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan ke depan," ujar Rizky.
Dalam forum tersebut, masyarakat dan pemerintah daerah menyampaikan berbagai masukan terkait pemerataan layanan listrik serta ketersediaan BBM di sejumlah wilayah Kabupaten Lamandau dan Kalimantan Tengah. Aspirasi tersebut diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui kebijakan di tingkat pusat.
"Kami berharap koordinasi yang terjalin antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, serta pihak terkait dapat terus diperkuat agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal," tambahnya.
Sementara itu, Anggota Komisi XII DPR RI, Sigit K. Yunianto, mengapresiasi keterbukaan Pemerintah Kabupaten Lamandau dalam menyampaikan berbagai aspirasi masyarakat. Menurutnya, seluruh masukan yang diterima selama masa reses akan menjadi bahan pembahasan sesuai ruang lingkup tugas Komisi XII DPR RI.
Melalui kunjungan tersebut, diharapkan persoalan yang berkaitan dengan layanan listrik dan distribusi BBM di daerah dapat memperoleh perhatian lebih lanjut, sehingga kebutuhan masyarakat terhadap layanan energi dapat terpenuhi dengan lebih baik. (NATALIA KRISTIN/H)









