BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah akan mengoordinasikan penguatan sistem pelayanan stroke melalui lima langkah strategis guna memperluas kemampuan penanganan hingga kabupaten dan desa.
Langkah tersebut meliputi penyusunan Program Stroke Terpadu tingkat provinsi, penguatan rumah sakit siaga stroke di kabupaten/kota, integrasi layanan PSC 119 dengan program satu desa satu ambulans, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan secara berkelanjutan, serta pembentukan Daerah Siaga Stroke pertama di Kalimantan Tengah.
"Stroke bukan semata persoalan medis, tetapi persoalan pembangunan. Ketika penanganan terlambat, yang hilang bukan hanya kesehatan seseorang, melainkan juga produktivitas keluarga dan kualitas hidup masyarakat," kata Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Linae Victoria Aden di Palangka Raya, Rabu, 5 Agustus 2026.
Sekda menjelaskan, penguatan pelayanan diperlukan karena saat ini baru tiga rumah sakit di Kalimantan Tengah yang siap menangani stroke akut dan seluruhnya berada di Kota Palangka Raya.
Di sejumlah kabupaten masih terdapat keterbatasan dokter spesialis saraf, fasilitas CT Scan yang belum optimal, serta jauhnya jarak antardaerah sehingga banyak pasien kehilangan golden period penanganan stroke.
"Ini bukan sekadar prestasi sebuah rumah sakit, ini adalah pengakuan internasional yang disematkan pada nama Kalimantan Tengah," tutup Sekda. (HERMAWAN DP/H)









