BORNEONEWS, Nanga Bulik – Kebakaran lahan kembali terjadi di Kabupaten Lamandau. Kali ini, api membakar semak belukar di lahan gambut seluas sekitar 0,1 hektare di belakang Pasar Induk Nanga Bulik, Kecamatan Bulik.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lamandau, Hendikel, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 20.00 WIB. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama unsur gabungan langsung diterjunkan ke lokasi untuk mencegah api meluas ke kawasan sekitar.
"Tim bergerak segera setelah menerima laporan. Berkat penanganan cepat, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.30 WIB sehingga tidak sampai meluas ke area lain," kata Hendikel.
Menurutnya, lokasi kebakaran merupakan lahan gambut yang ditumbuhi semak belukar. Karakteristik lahan tersebut membuat api berpotensi merambat hingga ke bagian bawah permukaan tanah sehingga proses pemadaman harus dilakukan secara menyeluruh.
"Lahan gambut memiliki potensi menyimpan bara di bawah permukaan. Karena itu, setelah api terlihat padam, petugas tetap melakukan pendinginan dan memastikan tidak ada titik api yang dapat memicu kebakaran kembali," ujarnya.
Pemadaman melibatkan personel BPBD Kabupaten Lamandau bersama TNI, Polri, dan Satpol PP Damkar. Petugas mengerahkan tiga unit truk pemadam serta satu unit mobil slip on dengan memanfaatkan pasokan air dari PDAM.
Hendikel menambahkan, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun, ia mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di lahan gambut yang mudah terbakar saat musim kemarau.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan apabila menemukan titik api. Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula kebakaran dapat dikendalikan," pungkasnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau karena risiko kebakaran hutan dan lahan cenderung meningkat, sehingga pencegahan menjadi langkah yang lebih efektif dibandingkan penanganan setelah api membesar. (NATALIA KRISTIN/H)









