PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Industri kelapa sawit tidak hanya berkontribusi besar terhadap ekspor dan Produk Domestik Bruto atau PDB nasional, tetapi juga menjadi penopang kesejahteraan jutaan masyarakat Indonesia.

Hal itu disampaikan Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan Umum BPDP, Zaid Burhan Ibrahim, dalam kegiatan Press Tour Media BPDP 2026 di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Menurut Zaid, sekitar 41 persen luas perkebunan sawit nasional saat ini dikelola oleh pekebun rakyat.

Sementara itu, sektor sawit memberikan mata pencaharian bagi sekitar 16,5 juta tenaga kerja, baik secara langsung maupun tidak langsung, sehingga keberlanjutan industri tersebut memiliki hubungan erat dengan kesejahteraan jutaan keluarga di Indonesia.

Di tengah tantangan yang dihadapi, mulai dari peningkatan produktivitas kebun rakyat, tuntutan penerapan prinsip keberlanjutan, hingga dinamika perdagangan global, Zaid menegaskan pengembangan industri sawit memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

Pemerintah, pelaku usaha, akademisi, asosiasi, media, hingga para pekebun dinilai memiliki peran penting dalam menjaga daya saing industri sawit nasional.

"BPDP hadir sebagai bridging institution yang menjembatani kebijakan pemerintah dengan kebutuhan pelaku usaha dan pekebun. Dana Perkebunan yang kami kelola dikembalikan kepada sektor perkebunan melalui program strategis yang bertujuan meningkatkan produktivitas, daya saing, dan keberlanjutan industri," ujar Zaid dalam rilisnya pada Kamis, 6 Agustus 2026.

Berdasarkan amanat Peraturan Presiden Nomor 132 Tahun 2024, BPDP menghimpun, mengelola, dan menyalurkan Dana Perkebunan untuk mendukung pengembangan komoditas kelapa sawit, kakao, dan kelapa.

Program ini diwujudkan melalui Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), penyediaan sarana dan prasarana, pengembangan sumber daya manusia, penelitian dan pengembangan, promosi, hingga dukungan terhadap implementasi mandatori biodiesel melalui pembayaran insentif.

Selama satu dekade terakhir, BPDP mencatat berbagai capaian, di antaranya mendukung peremajaan lebih dari 408 ribu hektare kebun rakyat yang melibatkan lebih dari 182 ribu pekebun, menyalurkan beasiswa kepada lebih dari 13 ribu mahasiswa, mendukung lebih dari 400 kontrak riset, membantu pemenuhan kebutuhan bahan bakar nabati hingga 83,8 juta kiloliter, serta mempromosikan sawit Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.

Melalui Press Tour Media 2026, BPDP juga mengajak insan pers melihat langsung ekosistem industri sawit dari hulu hingga hilir, termasuk praktik perkebunan berkelanjutan, proses pengolahan, fasilitas logistik dan kepabeanan, serta berbagai program pemberdayaan pekebun.(TESTI PRISCILLA)