BORNEONEWS, Palangka Raya - Upaya mendorong praktik perkebunan kelapa sawit berkelanjutan tidak hanya dilakukan melalui pengelolaan kebun perusahaan.
PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS juga memperkuat keterlibatan petani swadaya melalui pendampingan dan skema sertifikasi keberlanjutan.
Chief Sustainability Officer, PT Sawit Sumbermas Sarana atau SSMS Tbk, Henky Satrio Wibowo mengatakan keterlibatan petani swadaya menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kelapa sawit berkelanjutan.
Menurutnya praktik keberlanjutan akan lebih kuat apabila diterapkan secara bersama-sama oleh perusahaan dan petani dalam rantai pasok.
"Petani swadaya merupakan bagian penting dari ekosistem kelapa sawit. Karena itu, pendekatan keberlanjutan harus mencakup mereka, baik melalui peningkatan kapasitas, pendampingan maupun akses terhadap sertifikasi," ujar Henky kepada Borneonews pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Dalam data perusahaan, Asosiasi Petani Kelapa Sawit Mandiri (APKSM) tercatat memiliki 774 anggota dengan total area 1.747,73 hektare dan nomor anggota RSPO 1-0279-19-000-00, yang tercatat sejak 2019.
Sementara itu, BUMDes Berkah Mulya Jaya memiliki 506 anggota dengan total area mencapai 1.997,98 hektare dan nomor anggota RSPO 1-0434-23-000-00, yang tercatat sejak 2023. Jika digabungkan, kedua kelompok tersebut mencakup 1.280 anggota dengan luas areal sekitar 3.745,71 hektare.
Henky mengatakan, keberadaan kelompok petani yang terhubung dengan skema sertifikasi keberlanjutan membuka peluang bagi petani untuk meningkatkan praktik pengelolaan kebun sekaligus memperkuat posisi mereka dalam rantai pasok kelapa sawit.
"Kami melihat sertifikasi bukan hanya sebagai pemenuhan standar, tetapi sebagai proses untuk meningkatkan kapasitas petani. Pada akhirnya, praktik yang lebih baik di tingkat petani akan memperkuat keberlanjutan rantai pasok secara keseluruhan," katanya.
Keterlibatan petani dalam program keberlanjutan juga telah menjadi salah satu pendekatan SSMS dalam mendorong konservasi.
Sebelumnya kolaborasi SSMS dengan kelompok petani swadaya dan organisasi konservasi juga dikaitkan dengan dukungan terhadap program orangutan di Pulau Salat.(TESTI PRISCILLA)









