BORNEONEWS, Sukamara - Dua desa di Kabupaten Sukamara saat ini masih belum menikmati listrik. Penyebabnya, keberadaan kebun warga yang ditanami karet menghalangi pemasangan jaringan listrik.
"Masalahnya masyarakat tidak mau tanaman karetnya ditebang untuk jalur listrik," kata Kepala PLN Rayon Sukamara, Drie Alsi Laksana, Rabu (11/1/2017).
Padahal pemotongan pohon tersebut demi kebaikan bersama agar jaringan PLN aman.
"Yang dipotong hanya berjarak 8 meter dari jaringan. Banyak pohon tanaman warga yang harus ditebang." ujarnya.
Menurut dia dengan belum adanya kesepakatan dari pemilik lahan membuat PLN tidak bisa berbuat banyak. Sebab pembangunan jaringan dengan mengorbankan tanaman warga tidak ada sistem ganti rugi. Melainkan keiklasan warga demi kepentingan bersama.
"Jadi sekarang kita tidak bisa membangun hingga warga di sana memberikan surat pernyataan dengan mengijinkan tanaman karet dan sawitnya ditebang." tuturnya
Adapun desa yang belum dialiri listrik tersebut yakni Desa Semantun, Desa Nibung Terjun Kecamatan Permata Kecubung. (NORHASANAH/B-11)








