BORNEONEWS, Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia dan Kementerian Sosial memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya mencegah peserta didik putus sekolah atau kuliah, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan dan akses menuju dunia kerja.
Deputi II Baznas Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Imdadun Rahmat, mengatakan pihaknya memiliki sejumlah program bantuan pendidikan yang dapat disinergikan dengan program Kementerian Sosial.
Salah satunya adalah Beasiswa Cendekia Baznas yang memberikan bantuan uang kuliah tunggal serta biaya penyelesaian skripsi bagi mahasiswa semester V hingga VIII.
Program itu diprioritaskan bagi mahasiswa yang terancam tidak dapat menyelesaikan pendidikan karena keterbatasan ekonomi.
“Program tersebut juga memungkinkan untuk membantu lulusan Sekolah Rakyat yang berkesempatan melanjutkan ke pendidikan tinggi,” katanya dalam keterangan di Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026.
Baznas juga menyatakan siap mendukung pemberdayaan lulusan Sekolah Rakyat agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Pendampingan tersebut diharapkan membantu para lulusan memperoleh pekerjaan, mengembangkan usaha, dan hidup mandiri secara ekonomi setelah menyelesaikan pendidikan.
Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial, Robben Ricco, mengatakan kerja sama dengan Baznas perlu diperkuat sebagai bagian dari upaya mempercepat pengentasan kemiskinan melalui pendidikan.
Menurutnya, bantuan pendidikan harus disertai pendampingan yang berkelanjutan agar penerima manfaat dapat menuntaskan proses belajar.
“Kolaborasi nanti diharapkan tidak hanya sekadar memberikan beasiswa, tetapi juga memberikan pendampingan, baik kepada anak maupun orang tua, supaya anak-anak ini bisa lulus dengan tuntas,” ujarnya.
Kemensos juga berharap sinergi tersebut dapat mempertemukan kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja melalui jaringan yang dimiliki Baznas.
Selain itu, pendampingan dapat dilanjutkan melalui Alumni Development Program untuk membantu lulusan mempersiapkan diri memasuki dunia kerja maupun mengembangkan kegiatan usaha.
“Peluang kerja sama inilah yang ingin kami mohonkan kepada Baznas agar anak-anak dari keluarga prasejahtera tidak hanya naik kelas secara akademik, tetapi juga naik kelas secara ekonomi,” tuturnya.
Kolaborasi Baznas dan Kemensos diharapkan turut mendukung terwujudnya generasi Indonesia Emas 2045 yang terdidik, produktif, berdaya saing, dan mandiri secara ekonomi.
ANTARA









