JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional menilai praktik sederhana dapat menghasilkan perubahan penting dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals.

Kepala Sekretariat Nasional SDGs Kementerian PPN/Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali, mengatakan kekuatan sebuah program tidak selalu ditentukan oleh besarnya anggaran maupun kapasitas lembaga pelaksana.

Program yang mampu menjawab permasalahan nyata, melibatkan masyarakat, dijalankan secara konsisten, dan menghasilkan dampak terukur dinilai layak menjadi praktik baik.

“Praktik baik yang kuat tidak selalu berasal dari institusi dengan sumber pendanaan terbesar. Praktik sederhana pun dapat memberikan perubahan penting apabila menjawab permasalahan nyata,” katanya dalam Kick Off Meeting Indonesia’s SDGs Action Awards 2026 yang digelar secara virtual, Kamis, 6 Agustus 2026.

Indonesia’s SDGs Action Awards atau SAA merupakan penghargaan nasional yang diselenggarakan Bappenas bagi lembaga pemerintah dan nonpemerintah yang menunjukkan komitmen serta kontribusi nyata terhadap pencapaian SDGs di Indonesia.

Sekretariat Nasional SDGs bersama unit terkait dan mitra penyelenggara telah menyiapkan pedoman, persyaratan peserta, formulir pendaftaran, portal, mekanisme verifikasi, tahapan penilaian, jadwal, dan layanan bantuan bagi peserta.

Pungkas mengatakan SAA bukan hanya ajang pemberian penghargaan, tetapi juga ruang untuk menemukan praktik yang berhasil serta mempertemukan berbagai pihak dalam memperluas penerapan solusi pembangunan.

Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2022, SAA telah diikuti ratusan institusi dari berbagai sektor dengan beragam praktik unggulan.

“Perjalanan tersebut menegaskan bahwa Indonesia memiliki banyak solusi pembangunan yang tumbuh dari kementerian, lembaga, pemerintah daerah, kampus, komunitas, dunia usaha, filantropi, dan aktor pembangunan nonpemerintah lainnya,” ujarnya.

Ia mengatakan tantangan pada 2026 adalah memastikan berbagai solusi tersebut tidak berhenti sebagai contoh yang berdiri sendiri.

Praktik baik yang ditemukan diharapkan menjadi sumber pembelajaran dan inspirasi serta dapat diterapkan di wilayah, sektor, maupun kelompok masyarakat yang lebih luas.

SAA 2026 mengangkat tema “Aksi Nyata untuk Akselerasi Pencapaian SDGs Menuju 2030”.

Peserta diharapkan dapat menjelaskan empat unsur utama, yakni permasalahan yang dihadapi, solusi yang dijalankan, manfaat yang dihasilkan, serta langkah menjaga dan memperluas keberlanjutan program.

Melalui pendekatan tersebut, SAA 2026 diharapkan menemukan praktik yang relevan untuk dipelajari, dikembangkan, dan direplikasi oleh pihak lain.

Penyelenggaraan tahun ini membuka ruang partisipasi bagi kementerian dan lembaga, organisasi masyarakat sipil, perguruan tinggi, lembaga filantropi, perusahaan besar, koperasi, serta usaha mikro, kecil, dan menengah.

Kembalinya kategori kementerian dan lembaga menjadi salah satu penguatan dalam pelaksanaan SAA 2026.

“Kami berharap kementerian dan lembaga dapat menunjukkan kontribusi yang lahir dari mandatnya melalui kebijakan, pelayanan publik, koordinasi, penguatan sistem, maupun inovasi dalam pelaksanaan tugas pemerintahan,” kata Pungkas.

Untuk pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten dan kota, penilaian dilakukan melalui skema Integrated Sustainability Indonesia Movement atau I-SIM bersama PT Surveyor Indonesia dan sejumlah mitra.

Secara umum, penilaian peserta SAA 2026 mencakup komitmen institusi dalam menerapkan prinsip SDGs melalui tata kelola organisasi serta praktik unggulan yang menghasilkan manfaat nyata dan berpeluang diperluas.

Kerangka tersebut disusun agar penghargaan tidak hanya diberikan berdasarkan satu kegiatan yang menonjol, tetapi juga mempertimbangkan keseriusan lembaga dalam menjaga keberlanjutan kontribusinya.

Pendaftaran SAA 2026 mulai dibuka pada Agustus 2026. Peserta diberikan waktu hingga pertengahan September untuk melengkapi informasi dan dokumen.

Tahapan penelaahan serta penjurian dijadwalkan berlangsung pada September hingga Oktober. Pemenang akan diumumkan dalam SDGs Annual Conference pada November 2026.

Institusi yang pernah mengikuti SAA dapat kembali menggunakan akun lama dan memperbarui data, sedangkan peserta baru dapat melakukan registrasi melalui portal resmi.

Panitia juga menyediakan panduan sosialisasi dan layanan bantuan untuk mendampingi peserta selama masa pendaftaran.

“Kami mengundang semua pihak untuk tidak hanya berpartisipasi, tetapi juga membantu menemukan praktik-praktik baik di seluruh Indonesia yang patut dikenal, dipelajari, dan diperluas,” tuturnya.

ANTARA