PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Pulang Pisau – Lomba Cerdas Cermat (LCC) Tingkat Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2026 resmi berakhir, Kamis,6 Agustus 2026. dengan menobatkan SDN Pulang Pisau 2 dan SMP Maliku sebagai juara pertama pada masing-masing jenjang.

Ketua Panitia LCC Kabupaten Pulang Pisau, Intang, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan kegiatan yang diikuti peserta jenjang SD/MI dan SMP/MTs dari berbagai kecamatan.

“Alhamdulillah pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat hari ini berjalan lancar. Mudah-mudahan hasil yang diperoleh menjadi pemicu semangat anak-anak untuk lebih giat belajar dan meningkatkan kemampuan mereka di satuan pendidikan masing-masing,” ujarnya.

Pada jenjang SD/MI, SDN Pulang Pisau 2 Kecamatan Kahayan Hilir berhasil meraih juara pertama dengan skor 1.275. Juara kedua diraih SD Gerantung Kecamatan Maliku dengan skor 900, juara ketiga SD Suryamas Cipta Perkasa Kecamatan Sebangau Kuala dengan skor 700, dan juara harapan I SDN Bukit Rawi I Kecamatan Kahayan Tengah dengan skor 75.

Sementara pada jenjang SMP/MTs, SMP Maliku Kecamatan Maliku tampil sebagai juara pertama dengan skor 1.025. Posisi kedua ditempati SMPN 2 Jabiren Raya dengan skor 775, juara ketiga SMPN 3 Pandih Batu dengan skor 625, dan juara harapan I diraih MTs Hidayatullah Kahayan Kuala dengan skor 575.

Intang menegaskan bahwa LCC tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana mengukur hasil pembelajaran siswa di sekolah.

“Kegiatan ini menjadi barometer atau tolok ukur kemampuan siswa. Dari sini sekolah dapat melihat sejauh mana proses pembelajaran berjalan dan apa yang perlu ditingkatkan ke depan,” katanya.

Ia menambahkan, Dinas Pendidikan Kabupaten Pulang Pisau berkomitmen menjadikan LCC sebagai agenda tahunan yang dilaksanakan berjenjang mulai dari tingkat sekolah, gugus, kecamatan, hingga kabupaten.

“Sudah barang tentu kami dari Dinas Pendidikan akan terus memberikan motivasi kepada sekolah-sekolah. Melalui lomba yang rutin dilaksanakan setiap tahun, kami berharap muncul budaya belajar dan budaya berkompetisi yang sehat di lingkungan pendidikan,” ujarnya.

Menurutnya, sekolah-sekolah didorong untuk lebih aktif mengadakan latihan, simulasi, dan lomba internal sebelum mengikuti LCC tingkat kecamatan maupun kabupaten, sehingga peserta datang dengan persiapan pengetahuan yang lebih matang.

“Harapannya, dari proses pembinaan berjenjang itu akan lahir peserta-peserta terbaik yang mampu mengharumkan nama sekolah dan kecamatan, sekaligus mendorong peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Pulang Pisau,” pungkasnya. (RETHA/Y)