BORNEONEWS, Sukamara – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sukamara mengangkat tenaga kontrak dengan memberdayakan masyarakat setempat agar kebutuhan guru terpenuhi sesuai standar, terutama pada Sekolah Satu Atap (Satap)  untuk sekolah dasar (SD) dan Sekolah Menengah pertama (SMP) di pelosok, .

Menurut Sekretaris Dikbud Sukamara Karyono, ada tiga sekolah Satap yang berada di Desa Semantun Kecamatan Permata Kecubung, Desa Pulau Nibung Kecamatan Jelai dan Desa Petarikan Kecamatan Sukamara belum memiliki guru yang memang memenuhi kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan.

“Sehingga kita berinisiatif untuk mengangkat masyarakat setempat yang lulusan sarjana sesuai dengan spesifikasi bidang pendidikan yang diperlukan, karena tidak mungkin guru sekolah dasar mengajar untuk anak SMP.” Terang Karyono, Rabu (11/1/2017).

Menurut dia, memberdayakan warga setempat akan lebih efektif dibanding mengangkat tenaga kontrak yang berasal dari luar desa, mengingat kondisi wilayah yang saat ini masih sulit untuk dijangkau akan membuat tenaga pengajar tersebut tidak betah.

“Jika tenaga pengajarnya penduduk asli, mereka tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk pergi mengajar selain itu merekapun pastinya sudah terbiasa dengan kondisi wilayahnya sendiri.” Ujar Karyono. (NORHASANAH/B-5)