PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya mengevaluasi pelaksanaan vaksinasi rabies setelah capaian hingga awal Agustus 2026 masih jauh dari target.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Veteriner, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Ternak DPKP Kota Palangka Raya, drh Ganjar Priyatno, menyebutkan populasi anjing di Kota Palangka Raya diperkirakan mencapai sekitar 8.000 ekor.

Namun hingga memasuki bulan kedelapan tahun ini, jumlah hewan yang telah divaksin belum mencapai setengahnya.

"Kami ingin mengetahui apa saja kendala selama Agustus dan September agar target hingga akhir tahun bisa dicapai," ujar drh Ganjar dalam rapat koordinasi pada Kamis, 6 Agustus 2026.

Menurut Ganjar, evaluasi dilakukan bersama seluruh petugas vaksinator melalui rapat koordinasi yang digelar DPKP. Hasil evaluasi nantinya menjadi dasar penyusunan strategi percepatan vaksinasi.

Ia berharap kolaborasi seluruh petugas di lapangan dapat meningkatkan cakupan vaksinasi sehingga risiko penyebaran rabies di Kota Palangka Raya dapat ditekan.

DPKP Palangka Raya menurut Ganjar menghadapi tantangan dalam pelaksanaan vaksinasi rabies tahun 2026. Jumlah petugas vaksinator terus berkurang sehingga berdampak terhadap capaian vaksinasi hewan penular rabies atau HPR.

Ganjar Priyatno, mengatakan beberapa petugas sudah tidak lagi aktif, sementara sebagian lainnya harus membagi waktu dengan tugas kedinasan lain.

"Vaksinator sekarang semakin berkurang. Ada beberapa yang sudah pergi, selain itu pekerjaan lain juga menyita waktu sehingga pelaksanaan vaksinasi tidak bisa maksimal," katanya.

Menurut Ganjar, kondisi ini menjadi perhatian serius karena vaksinasi merupakan langkah utama dalam mencegah penyebaran rabies. Karena itu, pihaknya menggelar rapat koordinasi dan evaluasi bersama seluruh vaksinator untuk mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan.

Melalui evaluasi tersebut, DPKP berharap pelaksanaan vaksinasi pada Agustus hingga Desember dapat dipercepat sehingga cakupan perlindungan terhadap hewan penular rabies semakin meningkat. (TESTI PRISCILLA/y)