BORNEONEWS, Sampit – Bundaran KB di Jalan HM Arsyad, Sampit, menjadi sorotan setelah dalam satu malam, pagar pembatas di kawasan tersebut tiga kali dihantam kendaraan hingga roboh. Bagi warga sekitar, insiden itu bukan lagi kejadian yang mengherankan.
Saat malam tiba, kawasan bundaran disebut berubah menjadi titik yang minim pencahayaan. Ditambah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang beberapa hari terakhir menyelimuti Sampit, jarak pandang pengendara semakin terbatas.
Rabu dini hari, 5 Agustus 2026, menjadi malam yang sibuk bagi warga di sekitar bundaran. Dalam rentang beberapa jam, dua mobil dan satu sepeda motor dilaporkan menabrak pagar pembatas hingga rusak.
"Waktu kejadian memang kabut asap. Tapi bukan karena asap saja, di sini gelap gulita kalau malam. Makanya di sini terkenal bundaran maut, bukan Bundaran KB," ujar seorang warga di sekitar lokasi dan meminta identitasnya tidak dipublikasikan, Kamis, 6 Agustus 2026.
Menurutnya, kecelakaan di bundaran tersebut sudah berulang kali terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, ia mengaku pernah mengetahui insiden di lokasi itu yang merenggut korban jiwa.
Sementara itu, Rian warga setempat, menyoroti kondisi badan jalan di sekitar bundaran. Sambungan antara lapisan aspal lama dan baru disebut menciptakan permukaan bergelombang yang dapat membuat kendaraan kehilangan keseimbangan, terutama saat melaju dengan kecepatan tinggi.
"Jalannya tidak rata. Ada sambungan aspal lama dan baru yang bergelombang. Kendaraan sering oleng, apalagi kalau malam tidak kelihatan," kata Rian.
Tak hanya itu, perubahan kondisi trotoar di sekitar bundaran juga menjadi perhatian. Menurut warga, trotoar yang kini hampir sejajar dengan permukaan jalan dinilai sudah tidak lagi berfungsi maksimal sebagai pembatas apabila kendaraan keluar jalur.
Kabut asap yang menyelimuti Sampit beberapa hari terakhir memang memperburuk visibilitas, terutama pada malam hingga dini hari. Namun, warga menilai akar persoalan tetap berada pada kurangnya lampu penerangan jalan di kawasan tersebut.
Mereka berharap pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Bundaran KB, mulai dari penambahan lampu penerangan, perbaikan permukaan jalan yang bergelombang, hingga penataan ulang area bundaran agar lebih aman bagi pengguna jalan.
"Kalau penerangannya diperbaiki dan jalannya diratakan, kami yakin kecelakaan di sini bisa berkurang. Jangan sampai terus ada korban baru," tandas Rian. (DEWI PATMALASARI/H)









