BORNEONEWS, Palangka Raya - Aktivitas investasi masyarakat Kalimantan Tengah di pasar modal terus mengalami pertumbuhan. Hingga Mei 2026, total nilai transaksi saham investor di provinsi ini telah mencapai Rp1,85 triliun, seiring meningkatnya jumlah investor yang kini menembus 239.151 orang.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, mengatakan peningkatan tersebut menjadi indikator semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal sebagai salah satu pilihan investasi sekaligus mencerminkan membaiknya tingkat literasi keuangan.
"Pertumbuhan jumlah investor dan nilai transaksi menunjukkan masyarakat semakin memahami manfaat investasi di pasar modal. Ini menjadi sinyal positif bahwa edukasi keuangan yang dilakukan secara berkelanjutan mulai memberikan dampak nyata," kata Primandanu pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Berdasarkan data per Mei 2026, jumlah investor di Kalimantan Tengah tumbuh 562 persen secara tahunan (year-on-year). Pada periode yang sama, nilai transaksi saham juga meningkat 254 persen dibandingkan Mei tahun sebelumnya.
"Pertumbuhan tersebut mencerminkan semakin aktifnya masyarakat dalam melakukan transaksi investasi," katanya lagi.
Menurut Primandanu, tren positif itu harus terus dijaga melalui penguatan edukasi kepada masyarakat agar semakin memahami karakteristik produk investasi, manfaat diversifikasi, hingga pentingnya berinvestasi melalui lembaga yang berizin dan diawasi OJK.
Karena itu, OJK Kalteng bersama Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Kalimantan Tengah, perusahaan sekuritas, serta berbagai pemangku kepentingan terus memperluas program literasi dan inklusi keuangan melalui sosialisasi, sekolah pasar modal, edukasi di kampus, hingga kegiatan yang melibatkan komunitas, seperti Investor Run Itah Hadari 2026.
Primandanu berharap peningkatan aktivitas investasi masyarakat tidak hanya berdampak pada bertambahnya jumlah investor, tetapi juga mendorong terbentuknya budaya investasi yang sehat. Dengan pemahaman yang semakin baik, masyarakat diharapkan mampu mengambil keputusan investasi secara bijak, sehingga pasar modal dapat berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/H)









