SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Wakil Ketua II DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Rudianur mendorong pemerintah daerah mempercepat pembangunan jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) sebagai solusi jangka panjang mengatasi krisis air bersih yang setiap tahun melanda wilayah selatan Kotim.

Menurut Rudianur, pembangunan instalasi dan jaringan perpipaan PDAM harus segera dituntaskan agar distribusi air bersih dapat menjangkau seluruh desa yang selama ini mengalami kesulitan air.

"Solusi jangka panjangnya, kami sejak dulu mendorong pemerintah agar pembangunan PDAM segera dilanjutkan. Jaringan perpipaannya harus benar-benar selesai sehingga bisa melayani masyarakat," kata Rudianur, Jumat, 7 Agustus 2026.

Ia menilai jaringan PDAM yang saat ini baru mencapai Desa Parebok belum memberikan manfaat maksimal karena distribusi air bersih ke permukiman warga masih sangat terbatas.

"Kalau sekarang baru sampai Parebok. Tetapi saya lihat juga belum berfungsi maksimal karena masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan suplai air bersih," ujarnya.

Rudianur menyebut krisis air bersih hampir setiap musim kemarau melanda sejumlah desa di wilayah selatan Kotim, terutama yang berada di pesisir dan dipengaruhi air laut.

Beberapa wilayah yang terdampak di antaranya Kecamatan Pulau Hanaut, Desa Lampuyang, Desa Regei Lestari, Desa Besawang, Desa Kuin Permai, dan Desa Parebok.

"Yang paling parah itu Lampuyang, Kuin Permai, Parebok. Desa-desa lain di wilayah selatan atau Daerah Pemilihan III hampir semuanya terdampak kalau penanganan air bersih tidak segera dilakukan," tegasnya.

Ia berharap pemerintah daerah menjadikan penyediaan air bersih sebagai prioritas agar masyarakat tidak terus mengalami kesulitan setiap musim kemarau. (DEWI PATMALASARI/y)