BORNEONEWS, Sampit – DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) berencana memanggil pihak Pertamina untuk menelusuri penyebab antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Sampit.
Ketua DPRD Kotim Rimbun mengatakan pihaknya ingin memastikan akar persoalan yang menyebabkan antrean BBM, apakah berasal dari distribusi bahan bakar, pengelolaan SPBU, atau faktor lainnya.
"Kalau soal antrean di SPBU, nanti kita percayakan pemerintah daerah bersama komisi yang membidangi untuk turun ke lapangan melihat apa kendalanya. Apakah karena distribusi BBM atau seperti apa manajemen SPBU, nanti kita cek lagi," kata Rimbun, Jumat, 7 Juli 2026.
Ia menyebut DPRD bersama pemerintah daerah akan melakukan peninjauan langsung ke sejumlah SPBU guna memperoleh gambaran kondisi di lapangan.
"Nanti kita bersama-sama turun ke lapangan untuk mengecek itu," ujarnya.
Selain melakukan peninjauan, DPRD juga memastikan akan memanggil pihak Pertamina guna meminta penjelasan secara langsung terkait kondisi distribusi BBM di Kotim.
"Ya, pasti. Pertamina akan kita panggil. Kita akan berkoordinasi sehingga mereka bisa menyampaikan paparannya," tegas Rimbun.
Menurutnya, pemanggilan tersebut penting agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai penyebab antrean BBM dan tidak termakan isu yang belum tentu benar.
"Informasi itu nanti bisa kami sampaikan kepada masyarakat sehingga tidak ada lagi informasi yang simpang siur. Apakah persoalannya ada di manajemen SPBU, distribusi BBM, atau faktor lainnya, semuanya harus jelas," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/y)









