BANJARMASIN –

BORNEONEWS, Pelaihari – PT PLN (Persero) mempercepat proses perbaikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Asam-Asam di Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, untuk menjaga keandalan pasokan listrik di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Salah satu unit pembangkit berkapasitas 54 megawatt yang mengalami gangguan saat ini masih menjalani perbaikan intensif dan ditargetkan kembali beroperasi pada 25 Agustus 2026.

Hal tersebut diketahui saat Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin bersama Bupati Tanah Laut H Rahmat Trianto dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah meninjau PLTU Asam-Asam, Jumat, 7 Agustus 2026.

Muhidin mengatakan pihaknya menerima laporan dari PLN mengenai progres perbaikan pembangkit tersebut.

PLTU Asam-Asam menjadi salah satu penopang utama sistem kelistrikan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Pembangkit tersebut memiliki enam unit generator dengan kapasitas total sekitar 500 megawatt.

Percepatan penanganan dilakukan agar kondisi sistem kelistrikan dapat segera kembali stabil dan kebutuhan masyarakat maupun aktivitas perekonomian tetap terlayani.

Selain melakukan perbaikan pembangkit, PLN juga kembali mengoptimalkan pasokan listrik melalui sistem interkoneksi.

Pasokan melalui sistem tersebut mulai masuk kembali untuk memenuhi kebutuhan listrik Kalsel dan Kalteng pada Rabu, 5 Agustus 2026 sekitar pukul 22.00 WITA setelah tahapan uji coba diselesaikan.

Dengan kembali beroperasinya sistem interkoneksi, kondisi kelistrikan diharapkan berangsur normal sambil menunggu perbaikan unit PLTU Asam-Asam rampung.

Bupati Tanah Laut H Rahmat Trianto mengatakan pemerintah daerah mendukung langkah percepatan pemulihan karena PLTU Asam-Asam memiliki peran strategis dalam menjaga pasokan listrik untuk masyarakat dan kegiatan ekonomi di dua provinsi.

Meski sistem interkoneksi telah kembali beroperasi, proses perbaikan pembangkit tetap mendapat pengawasan hingga seluruh unit dapat berfungsi optimal.

“Kita tetap harus siaga sampai seluruh proses perbaikan selesai dan sistem pembangkit kembali beroperasi secara optimal,” kata Muhidin.

Pemerintah bersama PLN berharap percepatan perbaikan dapat meminimalkan potensi gangguan sekaligus memastikan sistem kelistrikan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah kembali stabil.

ANTARA