BORNEONEWS, Palangka Raya – Akademi Komunitas Muhammadiyah Palangka Raya (AKMPR) mematangkan persiapan sebagai penyelenggara Program Pendidikan Tinggi Vokasi Diploma I Bidang Pertanian untuk mencetak Taruna Tani Huma Betang di Kalimantan Tengah.
Program tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dengan Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan diproyeksikan menjadi wadah pendidikan bagi Taruna Tani Huma Betang atau Brigade Pangan.
Direktur AKMPR Prof Dr Ir Chandra Anugrah Putra ST MIKom mengatakan program itu diarahkan untuk menghasilkan sumber daya manusia pertanian yang unggul, terampil, serta siap mendukung swasembada pangan nasional.
“Ini merupakan kolaborasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Program ini juga diproyeksikan menjadi wadah pendidikan bagi Taruna Tani Huma Betang atau Brigade Pangan untuk mencetak sumber daya manusia pertanian yang unggul, terampil, dan siap mendukung swasembada pangan nasional,” kata Chandra di Palangka Raya, Jumat, 7 Agustus 2026.
Kesiapan AKMPR turut ditunjukkan dengan mengikuti Rapat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Pendidikan Tinggi Vokasi Bidang Pertanian yang digelar Pemprov Kalteng di Aula Eka Hapakat, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah.
Chandra mengatakan kepercayaan yang diberikan kepada AKMPR untuk menyelenggarakan Program Diploma I Bidang Pertanian menjadi tanggung jawab besar sekaligus bentuk kepercayaan terhadap kapasitas pendidikan vokasi yang dimiliki lembaganya.
Menurutnya, pendidikan yang diberikan nantinya tidak hanya berfokus pada teori, tetapi lebih menitikberatkan keterampilan praktis untuk mendukung pertanian modern.
“Pendidikan ini tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi membentuk Taruna Tani Huma Betang yang memiliki keterampilan, karakter, serta kemampuan mengelola pertanian modern berbasis teknologi. Kami siap memberikan pembelajaran terbaik agar lulusan mampu menjadi motor penggerak pembangunan pertanian di Kalimantan Tengah,” ujarnya.
Program Diploma I Bidang Pertanian dirancang dengan komposisi 70 persen praktik dan 30 persen teori.
Peserta akan dibekali berbagai kompetensi, mulai dari pengelolaan pertanian modern, pengoperasian alat dan mesin pertanian hingga pemanfaatan teknologi drone.
Bekal tersebut diharapkan membuat lulusan siap memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha mandiri di sektor pertanian.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian Idha Widi Arsanti mengatakan Kalimantan Tengah memiliki posisi strategis dalam mendukung program optimalisasi lahan dan cetak sawah rakyat.
“Kalimantan Tengah memiliki peran strategis dalam program optimalisasi lahan dan cetak sawah rakyat. Karena itu, kami mendorong generasi muda bergabung dalam Brigade Pangan agar mampu mengelola pertanian modern secara produktif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Linae Victoria Aden menyebut Program Pendidikan Tinggi Vokasi Diploma I Bidang Pertanian sebagai salah satu program prioritas Pemprov Kalteng melalui Kartu Huma Betang Sejahtera.
Program tersebut diarahkan untuk mendukung optimalisasi pengelolaan lahan, termasuk program cetak sawah seluas 26.437 hektare, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia pertanian.
Selain itu, program ini diharapkan memperkuat ketahanan pangan nasional serta mendorong pemberdayaan ekonomi melalui Brigade Pangan yang dikelola petani milenial.
Saat ini, pendaftaran calon Taruna Tani Huma Betang Gelombang I telah dibuka dengan kuota sebanyak 178 peserta.
Pemprov Kalteng juga merencanakan penyerahan simbolis calon mahasiswa Taruna Tani Huma Betang kepada AKMPR pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026.
Momentum tersebut akan menjadi penanda dimulainya pendidikan vokasi yang diharapkan mampu melahirkan generasi muda pertanian yang profesional, inovatif, serta mendukung Kalimantan Tengah sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
ANTARA









