PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh, meminta pemerintah daerah tidak terlambat dalam menangani dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai memengaruhi kualitas udara.

Menurut Faridawaty, kabut asap bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi sudah menyentuh aspek kesehatan masyarakat. Anak-anak sekolah dan balita menjadi kelompok yang paling rentan ketika kualitas udara terus memburuk.

Ia menilai, pemerintah harus bergerak lebih cepat dengan menggabungkan langkah pencegahan karhutla dan perlindungan kesehatan masyarakat. Penanganan tidak boleh baru diperkuat setelah rumah sakit dan puskesmas dipenuhi warga yang mengalami gangguan pernapasan.

"Jangan sampai kita hanya sibuk menangani korban setelah ISPA meningkat. Pencegahan karhutla dan perlindungan kesehatan masyarakat harus berjalan bersamaan," tegasnya, Jumat 7 Agustus 2026.

Faridawaty meminta dinas terkait meningkatkan pemantauan kualitas udara dan kondisi kesehatan anak-anak, khususnya di sekolah dan kawasan yang terdampak kabut asap. Penyediaan masker serta edukasi mengenai pembatasan aktivitas luar ruangan juga dinilai perlu diperkuat.

Ia juga mendesak langkah pencegahan karhutla tidak hanya mengandalkan pemadaman setelah titik api muncul. Patroli kawasan rawan, deteksi dini, kesiapan sumber air dan peralatan pemadam harus dipastikan berjalan selama musim kemarau.

Menurutnya, masyarakat juga perlu dilibatkan secara aktif. Pemerintah harus memperkuat sosialisasi agar warga tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun membakar sampah yang dapat memperburuk kondisi udara.

"Keselamatan masyarakat, terutama anak-anak dan balita, harus menjadi ukuran utama keberhasilan penanganan karhutla. Jangan sampai kabut asap semakin parah dan kasus ISPA meningkat baru pemerintah mengambil langkah lebih serius," pungkasnya. (MARINI/Y)