BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan atau DPKP Kota Palangka Raya mengumpulkan seluruh petugas vaksinator rabies dalam rapat koordinasi dan evaluasi pelaksanaan vaksinasi hewan penular rabies atau HPR.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Veteriner, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Ternak DPKP Kota Palangka Raya, drh Ganjar Priyatno, mengatakan forum tersebut bertujuan menyusun langkah percepatan vaksinasi menjelang akhir tahun.
Ia mengungkapkan jumlah petugas vaksinasi saat ini semakin berkurang. Kondisi tersebut menyebabkan capaian vaksinasi belum optimal.
"Hingga sekarang vaksinasi belum mencapai setengah dari target yang kita susun padahal estimasi populasi anjing sekitar 8.000 ekor," ujar drh Ganjar kepada Borneonews pada Jumat, 7 Agustus 2026.
Selain mengevaluasi capaian, rapat juga membahas berbagai hambatan yang dihadapi petugas di lapangan, mulai dari keterbatasan sumber daya manusia hingga pembagian waktu dengan tugas kedinasan lainnya.
"Kami susun strategi baru yaitu mencari momen maupun menciptakan momen untuk melangsungkan kegiatan vaksinasi rabies yang lebih menjangkau masyarakat," tuturnya lagi.
Kali ini, lanjut Ganjar, pihaknya akan menjalin kerjasama dengan Gereja maupun Ketua RT untuk dapat menginformasikan kepada masyarakat dan memfasilitasi kegiatan.
"Cara ini sudah dilakukan beberapa vaksinator kami dan berhasil menjaring lebih banyak pemilik hewan peliharaan sehingga akan kita adopsi cara ini secara lebih luas," tuturnya lagi.
Ganjar berharap seluruh hasil pembahasan dapat segera ditindaklanjuti sehingga cakupan vaksinasi rabies meningkat dan perlindungan terhadap masyarakat dari ancaman rabies dapat semakin diperkuat. (TESTI PRISCILLA/H)









