BORNEONEWS, Sampit – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menyebabkan jarak pandang di sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) hanya berkisar 300-400 meter pada Sabtu pagi, 8 Agustus 2026. Kondisi tersebut terjadi bersamaan dengan memburuknya kualitas udara akibat peningkatan konsentrasi partikulat PM2.5.
"Menyampaikan situasi pagi ini jarak pandang 300-400 meter. Mudah-mudahan dalam dua jam ke depan, kondisi ini menjadi lebih baik," kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kotim Multazam, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Selain jarak pandang yang terbatas, kualitas udara berada pada kategori tidak sehat sehingga masyarakat diminta menyesuaikan aktivitas di luar ruangan.
Multazam secara khusus mengingatkan kelompok rentan agar lebih berhati-hati dan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk.
"Kondisi PM2.5 dalam keadaan tidak sehat. Mohon untuk penyesuaian dalam beraktivitas di luar ruang, terutama untuk aktivitas kelompok rentan," ujarnya.
Berdasarkan pemantauan alat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang terpasang di dua lokasi, terjadi peningkatan kualitas udara sejak malam sebelumnya.
Alat pemantau yang berada di Jalan Jenderal Sudirman Km 7 Sampit pada pukul 21.11 WIB mencatat angka PM2.5 mencapai 300,4.
Sementara itu, alat pemantau di wilayah Baamang mencatat konsentrasi PM2.5 sebesar 81,1.
Kondisi tersebut menunjukkan adanya perbedaan kualitas udara di sejumlah wilayah. Masyarakat diimbau tetap memperhatikan perkembangan kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar rumah.
Multazam menjelaskan, pada rentang ISPU 125-225, terdapat peringatan kesehatan bahwa risiko efek kesehatan meningkat bagi semua orang yang terpapar selama 24 jam.
Karena itu, penggunaan masker pelindung hidung dan mulut menjadi hal yang penting, terutama bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan.
"Penggunaan masker pelindung hidung dan mulut menjadi keharusan bila dipakai saat beraktivitas luar ruang," tegasnya.
Kondisi jarak pandang yang hanya mencapai 300-400 meter juga perlu menjadi perhatian masyarakat yang berkendara. Pengendara diimbau meningkatkan kewaspadaan dan menyesuaikan kecepatan dengan kondisi jarak pandang.
BPBD Kotim berharap kondisi udara dan jarak pandang segera membaik. Masyarakat juga diminta terus memantau perkembangan kualitas udara, terutama di tengah kondisi kemarau dan kabut asap yang masih terjadi di wilayah Kotim. (DEWI PATMALASARI/Y)









