BORNEONEWS, Pangkalan Bun – PT Bank Kalteng Kantor Cabang Pembantu (KCP) Kotawaringin Lama (Kolam) kini menempati gedung kantor baru. Relokasi ini menjadi bagian dari upaya Bank Kalteng meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Peresmian kantor baru tersebut dilaksanakan pada Jumat, 7 Agustus 2026.
Kegiatan dihadiri Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Hj Nurhidayah, Direktur Utama Bank Kalteng Maslipansyah, Pimpinan Bank Kalteng Cabang Pangkalan Bun Sri Wening, perwakilan Forkopimda, kepala OPD, unsur Muspika, perwakilan Bank Indonesia serta tokoh masyarakat.
Diawali sambutan oleh Pimpinan Bank Kalteng Cabang Pangkalan Bun Sri Wening menyampaikan, bahwa Bank Kalteng KCP Kotawaringin Lama telah hadir sejak 27 September 2010. Selama ini, kantor tersebut masih menempati bangunan dengan status sewa.
"Berbekal dukungan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat melalui Bupati Kobar selaku pemegang saham dan para stakeholder Bank Kalteng, kini kami dapat memiliki kantor sendiri," kata Sri Wening.
Menurutnya, peningkatan fasilitas kantor merupakan bentuk nyata dukungan Bank Kalteng terhadap pertumbuhan ekonomi di wilayah Kotawaringin Lama. Gedung yang lebih representatif diharapkan mampu mendukung kebutuhan masyarakat akan layanan perbankan yang cepat, modern dan aman.
Saat ini, jaringan Bank Kalteng di wilayah Kobar mencapai 13 jaringan kantor, termasuk kantor cabang, kantor cabang pembantu, unit pelayanan kas dan mobil kas keliling.
Jaringan tersebut terdiri dari satu kantor cabang di Pangkalan Bun, tiga KCP tipe A di Karang Mulya, Kotawaringin Lama dan Kumai, dua KCP tipe B di Despot dan Pangkalan Lada, lima unit pelayanan kas serta dua mobil kas keliling yang menjangkau hingga Kecamatan Arut Utara.
Selain jaringan kantor, Bank Kalteng Cabang Pangkalan Bun juga didukung 20 unit ATM, CDM dan CRM yang tersebar di sejumlah wilayah Kobar. Dalam waktu dekat, Bank Kalteng juga akan menghadirkan kantor layanan Digital Lounge di Cabang Pangkalan Bun yang saat ini masih dalam proses.
"Layanan digital ini menjadi salah satu inovasi teknologi untuk membantu bank dan nasabah melakukan transaksi perbankan dengan lebih mudah dan efisien," jelas Sri Wening.
Ia menambahkan, Bank Kalteng juga terus mengembangkan layanan transaksi non-tunai. Salah satunya melalui peluncuran QRIS Merchant pada 23 Mei 2026 yang diharapkan semakin memudahkan masyarakat dalam melakukan pembayaran.
"Kami berkomitmen untuk terus mendukung visi Pemerintah Kabupaten Kobar dalam mengoptimalkan pendapatan daerah dan mewujudkan masyarakat Kobar yang semakin jaya," tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank Kalteng Maslipansyah mengatakan, relokasi kantor bukan sekadar memindahkan alamat atau mengganti papan nama. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya manajemen meningkatkan standar pelayanan kepada masyarakat.
"Kebutuhan transaksi masyarakat terus berkembang dan semakin modern. Karena itu, peningkatan pelayanan sudah menjadi keharusan. Dengan adanya kantor baru ini, pelayanan harus lebih cepat, ramah, aman dan solutif," kata Maslipansyah.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kobar atas dukungan yang diberikan kepada Bank Kalteng. Menurutnya, semangat Kabupaten Kobar melalui semboyan Marunting Batu Aji sejalan dengan komitmen Bank Kalteng untuk terus berkembang bersama daerah.
"Kehadiran Bank Kalteng di Kobar harus semakin dirasakan manfaatnya. Bukan hanya sebagai penyedia layanan perbankan, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah daerah, UMKM, dunia usaha, aparatur dan masyarakat," ujarnya.
Maslipansyah menegaskan, kepercayaan dan dukungan dari seluruh pihak menjadi modal penting bagi Bank Kalteng untuk memperkuat permodalan, meningkatkan kapasitas usaha serta memperluas kontribusinya terhadap perekonomian daerah.
"Kepercayaan ini harus kami jawab dengan kinerja yang sehat, tata kelola yang baik, pelayanan yang semakin modern serta dukungan nyata terhadap pembiayaan, termasuk digitalisasi dan kemajuan usaha masyarakat," tuturnya.
Ia meminta seluruh jajaran Bank Kalteng menjadikan relokasi kantor tersebut sebagai momentum untuk meningkatkan semangat kerja dan menerapkan budaya FAST, yakni fokus pada kebutuhan nasabah, cepat beradaptasi, menyederhanakan proses serta memperkuat kerja sama.
"FAST bukan sekadar slogan. Budaya ini harus tercermin dalam pelayanan yang cepat, profesional, solutif dan mampu menjaga kepercayaan masyarakat," tegasnya.
Sementara itu, Bupati Kobar Hj. Nurhidayah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terwujudnya relokasi kantor Bank Kalteng KCP Kotawaringin Lama.
Menurutnya, keberadaan gedung baru tersebut diharapkan dapat semakin mempermudah masyarakat dalam mendapatkan berbagai layanan perbankan.
Nurhidayah menilai relokasi kantor Bank Kalteng KCP Kotawaringin Lama merupakan terobosan yang produktif. Terlebih, Bank Kalteng merupakan bank pembangunan daerah yang memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
“Saya yakin ini adalah terobosan yang sangat produktif dari Bank Kalteng. Sebagai bagian dari pemegang saham Bank Kalteng, tentunya ini gayung bersambut dengan apa yang selalu kami harapkan,” ujarnya.
Ia berharap Bank Kalteng dapat terus menjadi salah satu penggerak perekonomian daerah. Sebab, keuntungan yang diperoleh bank daerah pada akhirnya juga memberikan manfaat bagi pembangunan melalui dividen yang diterima pemerintah daerah.
Karena itu, Nurhidayah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung dan membesarkan Bank Kalteng sebagai bank milik daerah.
“Mari kita bersama-sama ikut andil membesarkan bank daerah kita, membesarkan Bank Kalteng,” ajaknya.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan sosial melalui program CSR kepada Karang Taruna, pengurus masjid dan gereja. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembukaan tirai papan nama oleh Bupati Kobar bersama Direktur Utama Bank Kalteng, penandatanganan prasasti, pemotongan pita dan peninjauan ruang pelayanan kantor baru. (DANANG/y)









