PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Wengga Febri Dwi Tananda, menegaskan bahwa pengembangan sektor pariwisata tidak dapat berjalan sendiri, melainkan harus seiring beriringan dengan penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Sinergi keduanya dinilai menjadi strategi penting agar manfaat ekonomi dari pertumbuhan pariwisata dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.

“Pariwisata dan UMKM saling berkaitan. Jika pariwisata berkembang, UMKM pasti ikut bergerak,” ujar Wengga, Sabtu, 8 Agustus 2026.

Keterkaitan ini menunjukkan bahwa kemajuan sektor wisata berpotensi membuka peluang pasar yang luas bagi produk dan jasa yang dihasilkan oleh pelaku usaha mikro dan kecil di daerah.

Menurutnya, destinasi wisata yang menarik pengunjung akan mendorong permintaan terhadap berbagai produk khas daerah, mulai dari kerajinan tangan, kuliner, hingga jasa pendukung lainnya.

Oleh karena itu, penguatan kapasitas dan kualitas produk UMKM menjadi hal yang mutlak diperlukan agar mampu bersaing dan memenuhi kebutuhan wisatawan.

Wengga menambahkan, pemerintah daerah perlu menyusun kebijakan yang mengintegrasikan pengembangan pariwisata dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pelatihan, pembinaan, serta kemudahan akses permodalan dan pemasaran harus diperluas kepada pelaku UMKM agar siap menyambut kedatangan wisatawan.

Dengan adanya kesinambungan antara kedua sektor tersebut, setiap kunjungan wisatawan tidak hanya memberikan dampak pada popularitas daerah, tetapi juga berputar secara langsung meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan wisata.

“Melalui sinergi yang terjalin kuat, pariwisata tidak sekadar menjadi daya tarik semata, melainkan menjadi mesin penggerak ekonomi rakyat yang nyata dan berkelanjutan bagi seluruh Kalimantan Tengah,” pungkasnya. (PATHUR/Y)