BORNEONEWS, Palangka Raya – Wakil Ketua II DPRD Palangka Raya, Nenie Adriati Lambung, meminta seluruh puskesmas meningkatkan perhatian terhadap kondisi kesehatan anak-anak sekolah di tengah munculnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Nenie menilai anak-anak termasuk kelompok yang rentan mengalami gangguan kesehatan ketika kualitas udara menurun. Karena itu, pemantauan terhadap gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di lingkungan sekolah perlu dilakukan lebih aktif.
"Puskesmas harus lebih memperhatikan kondisi anak-anak sekolah, terutama terkait ISPA dan gangguan kesehatan lainnya akibat paparan asap. Jangan sampai anak sudah mengalami gejala berat baru mendapatkan penanganan," ujar Nenie, Sabtu 8 Agustus 2026.
Ia mendorong puskesmas berkoordinasi dengan sekolah dan Dinas Pendidikan untuk melakukan pemantauan kesehatan secara berkala, terutama di wilayah yang kualitas udaranya mengalami penurunan.
Selain pemeriksaan kesehatan, Nenie meminta edukasi kepada siswa dan orang tua diperkuat. Anak-anak perlu dibiasakan menggunakan masker saat berada di luar ruangan, memperbanyak konsumsi air putih, serta mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara tidak sehat.
Menurutnya, sekolah juga harus mematuhi imbauan Dinas Pendidikan terkait pengurangan atau penghentian sementara kegiatan luar ruangan apabila kualitas udara memburuk.
"Perlindungan terhadap anak harus menjadi prioritas. Pemerintah tidak cukup hanya mengimbau, tetapi harus memastikan layanan kesehatan dan pencegahannya benar-benar hadir di sekolah," tegasnya.
Nenie juga mengingatkan masyarakat agar ikut mencegah memburuknya kabut asap dengan tidak membakar lahan maupun sampah, sehingga kualitas udara di Kota Palangka Raya dapat segera membaik. (MARINI/H)









