BORNEONEWS, Palangka Raya - Klinik Utama Adhigana menggelar kegiatan memperingati World Breastfeeding Week atau Pekan ASI Sedunia 2026 di kawasan Car Free Day atau CFD dekat Pos Polisi Bundaran Besar Palangka Raya, Minggu, 9 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut dikemas lebih dekat dengan masyarakat melalui pembukaan booth pelayanan kesehatan.
Sejumlah layanan diberikan secara gratis, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan gula darah dan asam urat, konsultasi laktasi dan menyusui, hingga edukasi mengenai menyusui dan gizi.
Ketua Panitia World Breastfeeding Week Klinik Adhigana 2026, dr Inggrid Rachelia, mengatakan Pekan ASI Sedunia diperingati setiap tahun pada awal Agustus, yakni pada 1-7 Agustus.
"Jadi sebenarnya menyusui itu dirayakan setiap tahunnya di awal pekan bulan Agustus. Tahun ini diambil tanggal 1 sampai 7 Agustus," ujar Inggrid kepada Borneonews pada Minggu, 9 Agustus 2026.
Menurutnya, selama ini pihaknya memperingati Pekan ASI Sedunia melalui kegiatan webinar secara daring. Namun tahun ini pihaknya mencoba menghadirkan kegiatan secara langsung agar dapat lebih dekat dan berinteraksi dengan masyarakat.
"Biasanya kami merayakan Pekan ASI Sedunia dengan melaksanakan webinar online. Untuk kali ini kami mencoba untuk lebih dekat dengan masyarakat," katanya lagi.
Melalui booth tersebut, masyarakat dapat memanfaatkan pemeriksaan kesehatan secara gratis sekaligus memperoleh informasi mengenai pentingnya pemberian Air Susu Ibu (ASI), khususnya bagi ibu menyusui.
Inggrid mengatakan pemeriksaan gula darah dan asam urat sengaja turut diberikan untuk menarik minat masyarakat umum datang ke booth. Dengan begitu, masyarakat yang hadir tidak hanya mendapatkan layanan kesehatan, tetapi juga mengenal adanya Pekan ASI Sedunia.
"Kami harapannya dengan adanya pemeriksaan gula darah, asam urat ini menarik masyarakat umum, sehingga masyarakat bisa tahu bahwa setiap tahun itu ibu-ibu menyusui juga dirayakan. Ada Pekan ASI Sedunia," tuturnya.
Selain pemeriksaan kesehatan, Klinik Adhigana juga menyediakan konsultasi laktasi dan menyusui. Layanan ini diharapkan dapat membantu ibu mendapatkan informasi yang tepat seputar proses menyusui.
Inggrid menilai masih banyak masyarakat yang belum mengetahui adanya momentum Pekan ASI Sedunia. Karena itu, kegiatan di ruang publik seperti CFD dinilai menjadi kesempatan untuk memperluas edukasi sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya ASI dan kesehatan ibu serta anak.
"Masih banyak yang tidak tahu kalau ternyata ada namanya Pekan ASI Sedunia," ujarnya.
Kegiatan juga diramaikan dengan pembagian souvenir dan kuis berhadiah. Melalui kegiatan tersebut, Klinik Adhigana berharap pesan mengenai pentingnya ASI, dukungan terhadap ibu menyusui, serta kesehatan ibu dan anak dapat semakin dikenal masyarakat luas.(TESTI PRISCILLA/R)









