BORNEONEWS, Kuala Pembuang – Kegiatan Pameran dan Pasar Rakyat yang digelar dalam rangka Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) XIX serta Festival Seni Qasidah Kabupaten Seruyan mendapat sambutan antusias dari masyarakat dan pelaku usaha.
Tingginya minat pelaku usaha terlihat dari jumlah pendaftar lapak yang terus bertambah. Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Seruyan, Adhian Noor, mengatakan pada stand pameran disiapkan 21 stan utama.
“Stan yang dibangun panitia berjumlah 21 unit, terdiri atas 18 stan ditambah tiga stan lainnya. Itu digunakan untuk PKK kecamatan, PKK Kabupaten, Dekranasda bergabung dengan Diskoperindag,” ujar Adhian, Minggu, 9 Agustus 2026.
Kemudian stand perangkat daerah yang memberikan berbagai pelayanan publik. Sejumlah pihak lain turut berpartisipasi seperti Bhayangkari Cabang Seruyan, perbankan, dan perguruan tinggi.
Sementara itu, di luar stan yang disiapkan panitia, kawasan kegiatan juga diramaikan Pasar Rakyat dan wahana permainan yang dikelola pihak ketiga.
Pemerintah Kabupaten Seruyan menyediakan lahan secara cuma-cuma tanpa memungut biaya sewa maupun retribusi kepada pengelola.
Meski demikian, pengelola pasar rakyat diwajibkan memenuhi kebutuhan operasional secara mandiri, termasuk penyediaan listrik dan kebersihan di area usaha masing-masing.
Pada awalnya, jumlah pendaftar hanya sekitar 80 pelaku usaha, namun terus meningkat hingga menjelang pembukaan melampaui 100 lapak.
“Masih ada yang mendaftar sampai hari ini. Karena itu, lokasi pasar rakyat terus kami perluas agar seluruh pedagang bisa terakomodasi,” katanya.
Pasar Rakyat Seruyan berlangsung mulai 6 hingga 20 Agustus 2026. Pada 6–10 Agustus, kegiatan menjadi bagian dari rangkaian MTQH XIX dan Festival Seni Qasidah Kabupaten Seruyan.
Selanjutnya, mulai 11 Agustus, kegiatan dilanjutkan dalam rangkaian Hari Jadi ke-24 Kabupaten Seruyan dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Rangkaian kegiatan tersebut akan ditutup dengan Tabligh Akbar pada 20 Agustus 2026.
Adhian berharap keberadaan Pameran dan Pasar Rakyat tidak hanya menjadi sarana hiburan bagi masyarakat, tetapi juga mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah.
“Kita harapkan adanya kegiatan pameran dan pasar rakyat mampu menggerakkan roda ekonomi dan juga meningkatkan pendapatan pelaku UMKM di Seruyan,” pungkasnya. (FAHRUL/j)









