BORNEONEWS, Palangka Raya – Masyarakat Kalimantan Tengah diminta tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun menyusul kondisi cuaca dan tingkat kekeringan yang dapat mempercepat penyebaran kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Kalaksa BPBPK Provinsi Kalimantan Tengah, Ahmad Toyib mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi Karhutla agar dapat ditangani sedini mungkin.
“Kondisi cuaca dan tingkat kekeringan saat ini dinilai dapat mempercepat penyebaran api,” ujar Ahmad Toyib, seperti dikutip Borneonews pada Minggu, 9 Agustus 2026.
Selain pemadaman, Satgas Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) melakukan patroli, pembasahan, pendinginan, penyekatan, pemantauan titik rawan, serta sosialisasi larangan pembakaran lahan di sejumlah wilayah.
Pos BALAKAR 654 melaksanakan patroli pencegahan di sepanjang Jalan Trans Kalimantan. MPA, Manggala Agni, dan BPK juga melakukan patroli, pemadaman, pembasahan, serta sosialisasi larangan pembakaran lahan di wilayah Kameloh Baru, Palangka Raya.
“Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan setiap titik api agar kebakaran dapat ditangani secara cepat serta tidak meluas,” demikian imbauan dalam laporan penanganan Karhutla tersebut (HERMAWAN DP)









