PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Suasana Car Free Day atau CFD di kawasan Bundaran Besar Palangka Raya pada Minggu, 9 Agustus 2026, tidak hanya diisi aktivitas olahraga dan rekreasi masyarakat. Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk mengingatkan kembali pentingnya dukungan terhadap ibu menyusui melalui edukasi kesehatan dalam rangka Pekan ASI Sedunia.

Kegiatan yang digelar Klinik Utama Adhigana tersebut menghadirkan edukasi mengenai ASI dan menyusui, konsultasi laktasi, pemeriksaan kesehatan seperti gula darah dan asam urat, serta kegiatan edukatif lainnya. Masyarakat yang datang juga dapat memperoleh informasi mengenai kesehatan ibu dan anak.

Kepala Klinik, dr. Putu Aditya, Sp.OG, mengatakan peringatan Pekan ASI Sedunia menjadi kesempatan untuk mengajak masyarakat memahami bahwa keberhasilan menyusui bukan hanya menjadi tanggung jawab seorang ibu.

"Untuk menyusui itu bukan hanya tanggung jawab ibu, tetapi juga tanggung jawab suami, keluarga dan orang-orang terdekatnya," kata Putu saat diwawancarai Borneonews di sela-sela kegiatan.

Menurutnya, ibu menyusui membutuhkan dukungan dari lingkungan terdekat, baik dalam hal pemenuhan kebutuhan sehari-hari maupun dukungan secara emosional. Karena itu, pengetahuan mengenai menyusui penting tidak hanya dimiliki oleh ibu, tetapi juga oleh orang-orang yang berada di sekitarnya.

Edukasi tersebut juga menyasar ibu hamil yang sedang mempersiapkan diri menghadapi persalinan. Pengetahuan mengenai menyusui sejak masa kehamilan dinilai dapat membantu ibu dan keluarga memahami berbagai hal yang berkaitan dengan pemberian ASI setelah bayi lahir.

Sementara itu, Ketua Panitia World Breastfeeding Week Klinik Adhigana 2026, dr. Inggrid Rachelia, mengatakan Pekan ASI Sedunia diperingati setiap tahun pada 1-7 Agustus. Namun, menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui adanya momentum tersebut.

"Masih banyak yang tidak tahu kalau ternyata ada namanya Pekan ASI Sedunia," ujarnya.

Karena itu, kegiatan tahun ini dikemas lebih dekat dengan masyarakat. Jika sebelumnya peringatan dilakukan melalui webinar secara daring, kali ini edukasi dibawa ke ruang publik agar informasi mengenai menyusui dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.

Pemilihan kawasan CFD Bundaran Besar juga dinilai tepat karena banyak warga beraktivitas pada Minggu pagi. Masyarakat yang datang untuk berolahraga dapat sekaligus memperoleh informasi kesehatan, tanpa harus secara khusus mengikuti kegiatan yang bersifat formal.

Inggrid mengatakan pemeriksaan kesehatan seperti gula darah dan asam urat turut dilakukan agar masyarakat umum dapat memanfaatkan momentum tersebut. Di sisi lain, layanan konsultasi laktasi dan menyusui diberikan bagi masyarakat yang membutuhkan informasi lebih khusus mengenai proses menyusui.

"Harapannya dengan adanya pemeriksaan kesehatan ini masyarakat umum tertarik datang, sehingga mereka juga mengetahui bahwa setiap tahun ada Pekan ASI Sedunia," katanya.

Peringatan tersebut pada akhirnya tidak hanya berbicara mengenai pemberian ASI, tetapi juga mengenai bagaimana menciptakan lingkungan yang mendukung ibu dan bayi. Dukungan suami, keluarga dan masyarakat menjadi bagian penting agar ibu tidak menjalani proses menyusui seorang diri.

Melalui edukasi di ruang publik, masyarakat diingatkan bahwa kesehatan ibu dan anak merupakan tanggung jawab bersama. Pemahaman yang baik diharapkan dapat membantu keluarga memberikan dukungan yang lebih tepat kepada ibu sejak masa kehamilan, persalinan hingga masa menyusui. (TESTI PRISCILLA/j)