KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Warga di kawasan Jalan Kenanga, Kelurahan Selat Hilir, Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, mengeluhkan kondisi distribusi air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kapuas.

Air yang mengalir ke rumah-rumah warga dilaporkan berwarna keruh dan tidak layak guna, sehingga mengganggu aktivitas domestik serta usaha harian warga.

Kondisi tersebut telah berlangsung selama hampir tiga hari terakhir. Warga mengaku kesulitan mendapatkan pasokan air bersih yang layak untuk kebutuhan sanitasi dasar, memasak, hingga menjalankan usaha perdagangan keliling maupun warung makan di sekitar permukiman.

Ade Dwi Takeda, salah seorang warga RT 32/RW 03 Jalan Kenanga persimpangan tiga Nusa Indah, Kuala Kapuas, mengungkapkan kekecewaannya atas penurunan kualitas layanan air minum tersebut.

Warna air yang keluar dari keran tampak kecokelatan dan meninggalkan endapan lumpur saat ditampung di dalam wadah.

"Kondisi air yang sangat keruh ini sudah terjadi hampir tiga hari. Kami sebagai warga sangat kesulitan, terutama untuk kebutuhan sehari-hari dan untuk berjualan. Kami berharap pihak PDAM segera menindaklanjuti dan memberikan penjelasan mengenai penyebab gangguan ini," ujar Ade kepada Borneonews, Senin, 10 Agustus 2026.

Menanggapi kendala distribusi air bersih tersebut, manajemen Perumda Air Minum Tirta Pambelom Kabupaten Kapuas mengeluarkan pemberitahuan resmi terkait gangguan layanan operasional.

Penurunan kualitas dan tekanan air bersih yang dialirkan ke pelanggan dipicu oleh fenomena alam yang memengaruhi sumber air baku.

Perumda Tirta Pambelom menjelaskan bahwa kondisi musim kemarau saat ini telah memicu terjadinya intrusi air laut ke dalam air baku Sungai Kapuas Murung.

Dampaknya, proses pengolahan air pada Intake IPA 1 Jalan Mahakam mengalami kendala teknis yang berimbas pada menurunnya volume produksi serta tekanan air ke jaringan distribusi pelanggan di wilayah Kota Kuala Kapuas dan sekitarnya.

Manajemen Perumda Tirta Pambelom menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para pelanggan selama masa gangguan berlangsung.

Pihaknya menyatakan tengah berupaya melakukan penyesuaian operasional teknis agar seluruh unit pompa distribusi dapat kembali beroperasi secara optimal dan kualitas air kembali normal. (SABRIANOOR/R)