PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Persoalan kemiskinan di Kalimantan Tengah pada Maret 2026 tidak hanya ditandai dengan meningkatnya jumlah penduduk miskin. Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat kenaikan Indeks Kedalaman Kemiskinan.

Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Toto Haryanto Silitonga, mengatakan Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) pada Maret 2026 mencapai 0,778. Angka tersebut meningkat dibandingkan September 2025 yang berada di level 0,611.

"Peningkatan indeks kedalaman kemiskinan menunjukkan adanya perubahan pada kondisi rata-rata pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan," kata Toto kepada Borneonews pada Senin, 10 Agustus 2026.

Selain P1, Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) juga mengalami peningkatan. Pada Maret 2026, P2 tercatat sebesar 0,188, naik dibandingkan September 2025 yang sebesar 0,113.

Kedua indikator tersebut memberikan gambaran yang lebih luas mengenai kondisi penduduk miskin. Tidak hanya melihat berapa banyak penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan, tetapi juga melihat seberapa jauh kondisi mereka dari garis kemiskinan dan ketimpangan di antara penduduk miskin.

BPS mencatat pada Maret 2026 jumlah penduduk miskin Kalteng mencapai 146,71 ribu orang atau 5,09 persen dari total penduduk.(TESTI PRISCILLA)