BORNEONEWS, Palangka Raya - Peringatan Hari Ulang Tahun ke-1 Kodam XXII Tambun Bungai berlangsung meriah dengan menampilkan beragam atraksi, mulai dari tarian kolosal, seni bela diri, simulasi operasi pembebasan, hingga atraksi terjun payung, Senin, 10 Agustus 2026.
Rangkaian pertunjukan ini menjadi bukti kesiapan sekaligus kekompakan prajurit dalam menjaga keamanan dan melayani masyarakat Kalimantan Tengah.
Rangkaian kegiatan dibuka dengan tarian kolosal Isen Mulang yang dibawakan oleh puluhan penampil.
Gerakan yang kompak dan penuh semangat tidak hanya menampilkan kekayaan budaya Kalteng, tetapi juga menggambarkan semangat persatuan masyarakat di wilayah ini.
Pertunjukan kemudian dilanjutkan dengan atraksi silat, di mana para prajurit menunjukkan ketangkasan bela diri melalui gerakan yang cepat, terukur, dan penuh kekompakan.
Suasana semakin menegangkan saat ditampilkan simulasi operasi pembebasan Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran.
Dalam skenario tersebut, Gubernur dikisahkan disandera saat melakukan peninjauan ke Koperasi Merah Putih, dan pasukan segera bergerak melakukan penyelamatan dengan gerakan taktis serta terkoordinasi hingga berhasil mengamankan lokasi dan mengevakuasi Gubernur. Simulasi ini menggambarkan kesiapan prajurit dalam menghadapi berbagai situasi darurat.
Usai aksi pembebasan, perhatian beralih ke udara dengan atraksi terjun payung yang dibawakan oleh personel TNI.
Para penerjun melayang dari ketinggian dan mendarat dengan tepat di area yang telah ditentukan, menunjukkan keberanian, keterampilan, serta ketepatan dalam menjalankan tugas.
Rangkaian pertunjukan kemudian ditutup dengan defile barisan prajurit TNI Angkatan Darat yang berjalan penuh disiplin dan kekompakan di hadapan para tamu undangan.
Pangdam XXII Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin menyampaikan bahwa peringatan satu tahun berdirinya Kodam bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk memperteguh komitmen pengabdian kepada bangsa dan negara.
Ia juga mengingatkan seluruh prajurit agar tidak cepat berpuas diri, mengingat tantangan tugas ke depan semakin kompleks dan penuh ketidakpastian.
“Kita harus terus mengasah kemampuan, meningkatkan kesiapan operasional, serta tanggap terhadap perkembangan teknologi dan situasi sosial di wilayah tugas masing-masing. Jadilah tentara modern yang selalu hadir memberikan solusi di tengah kesulitan masyarakat,” tegas Zainul.
Ia juga mengajak TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh masyarakat untuk memperkuat sinergi guna menjaga kondusivitas serta mengawal kemajuan daerah demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. (PATHUR/R)









