BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur mendorong produk unggulan dari seluruh kecamatan agar memiliki pasar yang lebih berkelanjutan melalui Swalayan UMKM Sampit.
Langkah tersebut dilakukan agar produk lokal tidak hanya muncul ketika pameran berlangsung, tetapi tetap memiliki ruang promosi dan penjualan setelah kegiatan selesai.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kotawaringin Timur Muslih mengatakan, selama ini banyak produk unggulan desa dan kecamatan tampil dalam ajang seperti Sampit Expo.
Namun setelah pameran berakhir, sebagian produk kembali kesulitan mendapatkan saluran pemasaran.
"Setelah Sampit Expo selesai biasanya produk-produk itu hilang lagi. Nah, sekarang kami ingin semuanya masuk ke Swalayan UMKM Sampit," kata Muslih di Sampit, Senin, 10 Agustus 2026.
Untuk mendukung rencana tersebut, DKUKMPP akan melakukan pendataan bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).
Pendataan dilakukan untuk memetakan produk unggulan dari setiap desa dan kecamatan yang berpotensi dipasarkan melalui Swalayan UMKM Sampit.
Muslih mengatakan, setiap kecamatan di Kotawaringin Timur memiliki karakter dan potensi ekonomi berbeda.
Produk tersebut antara lain makanan olahan, hasil pertanian yang telah diproses hingga berbagai kerajinan khas daerah.
"Setiap kecamatan memiliki produk unggulannya masing-masing. Nanti produk-produk di setiap kecamatan akan kami data, semuanya akan diarahkan masuk ke Swalayan UMKM Sampit," ujarnya.
Menurutnya, Swalayan UMKM Sampit nantinya tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi, tetapi juga menjadi pusat promosi yang memperkenalkan beragam produk khas Kotawaringin Timur kepada masyarakat maupun tamu yang datang dari luar daerah.
Saat ini, produk yang tersedia di Swalayan UMKM masih didominasi pelaku usaha dari kawasan perkotaan, terutama Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Baamang dan Seranau.
Kondisi tersebut dinilai belum menggambarkan secara utuh potensi UMKM dari seluruh wilayah Kotawaringin Timur.
"Sementara ini memang masih didominasi Mentawa Baru Ketapang, Baamang dan Seranau. Ke depan kita ingin seluruh kecamatan ikut mengisi," katanya.
Dengan semakin banyak produk dari kecamatan yang masuk, pilihan barang di Swalayan UMKM Sampit diharapkan menjadi lebih beragam.
Selain memberikan lebih banyak alternatif bagi konsumen, langkah tersebut juga diharapkan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM dari desa maupun kecamatan yang selama ini memiliki keterbatasan akses pemasaran.
Pemkab Kotawaringin Timur berharap keberadaan Swalayan UMKM Sampit dapat menjadi salah satu sarana memperkuat pemasaran produk lokal sekaligus mendorong pertumbuhan usaha masyarakat secara berkelanjutan.









