BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengoptimalkan pengerahan satuan tugas udara dan darat untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di sejumlah wilayah.
Dalam operasi tersebut, sebanyak empat regu satgas udara dan 16 regu satgas darat dikerahkan untuk mendukung pemantauan, pemadaman hingga penanganan lanjutan di lapangan.
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengatakan, upaya penanganan terus dilakukan mulai dari pemantauan titik rawan hingga respons cepat petugas ketika ditemukan kebakaran.
"Kami sudah dan terus laksanakan, mulai dari pemantauan hingga gerak cepat petugas dalam melakukan penanganan karhutla," kata Agustiar di Palangka Raya, Senin, 10 Agustus 2026.
Dari 16 regu satgas darat, sebanyak 10 regu diarahkan ke kawasan Tumbang Nusa, satu regu ke Kameloh Baru, satu regu ke Kalampangan dan empat regu ditempatkan di pos komando.
Khusus untuk penanganan di Tumbang Nusa, kekuatan personel juga diperkuat dengan tambahan regu melalui operasi gabungan.
Penambahan tersebut dilakukan untuk mendukung pemadaman serta proses lanjutan agar titik api tidak kembali muncul.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalimantan Tengah Ahmad Toyib mengatakan, penanganan karhutla harus dilakukan secara terpadu, cepat dan berkelanjutan.
"Hal ini penting mengingat sebagian besar lokasi kebakaran berada di lahan gambut yang berpotensi menyimpan bara api di bawah permukaan," terangnya.
Menurut Toyib, pemadaman tidak cukup hanya dilakukan terhadap api yang terlihat di permukaan.
Petugas juga harus melakukan pembasahan, pendinginan dan penyekatan untuk memastikan bara maupun titik panas di bawah permukaan tidak kembali memicu kebakaran.
Berdasarkan pembaruan data Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Kalimantan Tengah hingga 9 Agustus 2026, tercatat sebanyak 1.333 kejadian bencana sejak 1 Januari 2026.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.114 kejadian merupakan karhutla dengan luas area terdampak mencapai 2.237,73 hektare.
Penanganan karhutla hingga kini terus dilakukan melalui koordinasi lintas sektor dengan melibatkan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, TNI-Polri serta masyarakat.
Pemprov Kalteng berharap penguatan satgas udara dan darat dapat mempercepat pengendalian kebakaran sekaligus mencegah meluasnya karhutla di tengah kondisi musim kemarau.









