BORNEONEWS, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga rata-rata daging sapi secara nasional pada pekan pertama Agustus 2026 telah melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) di tingkat konsumen.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, harga rata-rata daging sapi nasional mencapai Rp143.737 per kilogram, sedangkan HAP ditetapkan sebesar Rp140.000 per kilogram.
"Daging sapi ini yang perlu mendapatkan perhatian khusus karena secara nasional rata-rata harga daging sapi pada Minggu 1 Agustus 2026 ini sudah di atas HAP," ujar Amalia dalam Rapat Koordinasi Inflasi Daerah yang dipantau secara daring, Senin, 10 Agustus 2026.
Meski jumlah kabupaten dan kota yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) daging sapi tercatat sebanyak 56 daerah, BPS menilai kondisi tersebut tetap perlu mendapat perhatian.
Pasalnya, sejumlah wilayah tidak hanya mencatat harga daging sapi di atas HAP, tetapi juga masih mengalami kenaikan IPH.
Salah satunya Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, dengan harga rata-rata daging sapi mencapai Rp165.000 per kilogram.
Harga tersebut sekitar 17,86 persen di atas HAP, sementara IPH daging sapi di daerah itu masih mengalami kenaikan 7,51 persen.
Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Melawi. Harga daging sapi di wilayah tersebut telah mencapai Rp180.000 per kilogram atau sekitar 28,6 persen di atas HAP.
"Contoh kedua adalah Kabupaten Melawi harga sapinya sudah 28,6 persen di atas HAP dan saat ini sudah menyentuh Rp180.000 per kilogram," kata Amalia.
Kabupaten Kutai Kartanegara juga mencatat harga daging sapi Rp157.333 per kilogram atau sekitar 12,38 persen di atas HAP.
Pada saat yang sama, IPH daging sapi di daerah tersebut masih mengalami kenaikan sebesar 4,33 persen.
Sementara di Kota Sungai Penuh, Jambi, harga daging sapi tercatat Rp149.000 per kilogram atau sekitar 6,43 persen di atas HAP dengan kenaikan IPH 2,75 persen.
Amalia meminta pemerintah daerah mencermati perkembangan harga tersebut, terutama di wilayah yang masih mengalami kenaikan IPH sekaligus mencatat harga daging sapi jauh di atas acuan.
Langkah pengendalian dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga serta mencegah tekanan lebih besar terhadap daya beli masyarakat.
ANTARA









