BORNEONEWS, Pulang Pisau - Pengurus Daerah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (PD AMAN) Kabupaten Pulang Pisau memperingati Hari Masyarakat Adat Nusantara International, Senin sore, 10 Agustus 2026, di Sekretariat PD AMAN Pulang Pisau.
Peringatan tersebut menjadi momentum bagi PD AMAN Pulang Pisau untuk memperkuat sosialisasi organisasi sekaligus membangun ruang diskusi bersama anggota dan komunitas masyarakat adat di wilayah setempat.
Ketua Pelaksana Harian PD AMAN Pulang Pisau, Athis mengatakan perkembangan AMAN di Kabupaten Pulang Pisau dinilai belum berkembang optimal. Menurutnya, masih banyak anggota maupun masyarakat adat yang belum memahami keberadaan dan fungsi AMAN.
“Anggota belum terlalu mengenal AMAN sehingga AMAN Pulang Pisau belum terlihat gaungnya,” kata Athis.
Ia menjelaskan forum peringatan Hari Masyarakat Adat Nusantara tersebut sengaja digelar sebagai wadah sosialisasi dan diskusi bersama anggota PD AMAN Pulang Pisau agar pemahaman terhadap organisasi semakin meningkat.
Athis menegaskan PD AMAN Pulang Pisau memiliki tekad menjaga lingkungan serta mengangkat harkat dan martabat masyarakat adat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui upaya menjaga kedaulatan pengetahuan masyarakat adat sekaligus merawat bumi dan kehidupan.
“Masyarakat adat memiliki komitmen untuk menjaga bumi dan merawat kehidupan,” ujarnya.
Menurut Athis, tantangan yang dihadapi saat ini adalah mulai hilangnya identitas masyarakat adat Dayak akibat budaya dan kearifan lokal yang terkikis oleh modernisasi. Karena itu, penguatan jati diri dan pengetahuan adat perlu terus dilakukan.
Ia menambahkan, hingga saat ini PD AMAN Pulang Pisau memiliki 27 komunitas masyarakat adat yang tersebar di beberapa desa pada enam kecamatan di Kabupaten Pulang Pisau. Namun, sosialisasi masih perlu diperluas agar masyarakat memahami prinsip dasar AMAN.
“Banyak yang belum paham tentang AMAN dan geraknnya, karena belum ada sosialisasi. Secara pemahaman,baik itu oleh pengurus Aman wilayah ( provinsi) maupun Pusat"jelasnya.
PD AMAN Pulang Pisau berharap peringatan Hari Masyarakat Adat Nusantara dapat menjadi langkah awal memperkuat eksistensi organisasi dan mempererat solidaritas antar komunitas adat di Kabupaten Pulang Pisau.( RETHA/y)









