BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Kalimantan Tengah, Sigit Karyawan Yunianto, menyoroti perseteruan antara PT Binasawit Abadipratama atau BAP dengan masyarakat Desa Sebabi, Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotawaringin Timur.
Sigit menilai, konflik yang kemudian berujung pada proses hukum tersebut menunjukkan pemerintah belum mampu menyelesaikan persoalan yang terjadi antara perusahaan dan masyarakat.
“Ini menandakan pemerintah tidak bisa menyelesaikan permasalahan yang terjadi,” kata Sigit pada Senin, 10 Agustus 2026.
Menurut dia, pemerintah seharusnya mengambil peran lebih besar sebagai mediator agar persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat tidak terus berkembang menjadi konflik hukum.
Sigit mengingatkan, ketika masyarakat berhadapan dengan aparat penegak hukum, posisi mereka cenderung lebih berat. Karena itu, penyelesaian yang mengedepankan musyawarah dan kearifan lokal dinilai lebih tepat untuk ditempuh.
“Berkaitan dengan permasalahan masyarakat tersebut jelas kalau masyarakat dihadapkan dengan APH, cukup berat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai persoalan tersebut perlu dilihat secara menyeluruh, termasuk latar belakang munculnya konflik serta keberadaan masyarakat adat yang memiliki mekanisme penyelesaian berdasarkan hukum adat.
Sigit pun mendorong agar pemerintah tidak membiarkan konflik tersebut berlarut-larut. Menurutnya, penyelesaian yang adil harus mampu memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan hak dan kepentingannya tanpa harus selalu berhadapan dengan proses hukum formal.
Sengketa PT BAP dengan sejumlah pihak di Desa Sebabi sebelumnya telah bergulir ke Pengadilan Negeri Sampit melalui perkara Nomor 28/Pdt.G/2026/PN Spt. Perkara tersebut berkaitan dengan konflik agraria yang berkembang di wilayah tersebut.
Sigit berharap pemerintah dapat segera mempertemukan pihak perusahaan, masyarakat, serta unsur adat untuk mencari jalan keluar yang dapat diterima bersama.
“Permasalahan-permasalahan seperti ini seharusnya bisa diselesaikan dengan baik, sehingga tidak terus menimbulkan persoalan baru di masyarakat,” pungkasnya. (TESTI PRISCILLA/y)









