BORNEONEWS, Palangka Raya - Kelapa sawit masih menjadi salah satu komoditas strategis yang memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan Kalimantan Tengah. Kontribusi tersebut tidak hanya terlihat dari sisi ekonomi, tetapi juga sosial dan lingkungan.
Sekretaris Eksekutif GAPKI Cabang Kalimantan Tengah, Rawing Rambang, mengatakan posisi kelapa sawit sangat penting bagi perekonomian daerah. Bahkan, Kalimantan Tengah saat ini menjadi provinsi dengan luas perkebunan kelapa sawit terbesar kedua di Indonesia setelah Riau.
“Kelapa sawit adalah komoditas yang memberikan kontribusi sangat nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional. Kontribusi ini baik dari sosial ekonomi maupun lingkungan,” kata Rawing kepada Borneonews pada Selasa, 11 Agustus 2026.
Mengacu pada Statistik Perkebunan Kalimantan Tengah 2025, luas perkebunan kelapa sawit di Kalteng mencapai 1.588.485,51 hektare. Luasan tersebut mencakup perkebunan yang dikelola perusahaan maupun kebun masyarakat.
Sementara itu, lanjut Mantan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah ini, luas perkebunan sawit di Provinsi Riau mencapai sekitar 3,49 juta hektare. Secara nasional, luas perkebunan kelapa sawit mencapai sekitar 16,83 juta hektare dengan produksi crude palm oil (CPO) berkisar 47 juta hingga 52 juta ton.
"Besarnya luasan perkebunan sawit menunjukkan bahwa komoditas tersebut memiliki peran penting dalam menggerakkan aktivitas ekonomi, menciptakan lapangan kerja, sekaligus mendukung pembangunan di daerah," tambah Dosen Ilmu Pertanian, Universitas Kristen Palangka Raya ini lagi.
Karena itu, keberlanjutan industri sawit perlu dijaga melalui sinergi antara pemerintah, perusahaan, pekebun dan masyarakat. Dengan demikian, kontribusi sawit terhadap perekonomian Kalteng dapat terus dipertahankan sekaligus ditingkatkan. (TESTI PRISCILLA/H)









