BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memperketat pengawasan titik rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melalui pendirian posko pemantauan khusus yang ditempatkan di Istana Isen Mulang.
Langkah ini ditempuh agar pemantauan kondisi dan perkembangan di lapangan dapat dilakukan secara langsung, real-time, dan responsif guna mempercepat penanganan di lokasi kejadian.
Kepala Dinas Kehutanan Kalteng, Agustan Saining, menjelaskan bahwa posko tersebut didirikan atas perhatian langsung Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, untuk memantau situasi detik demi detik dan menentukan arahan yang tepat sasaran.
“Pak Gubernur bisa memantau perkembangan detik demi detik, menit demi menit dari posko ini. Dengan pemantauan langsung, beliau dapat memberikan arahan dan kebijakan yang tepat sasaran sesuai dinamika serta tingkat keparahan di lapangan,” ujar Agustan, Selasa, 11 Agustus 2026.
Posko yang telah beroperasi sekitar dua minggu ini terhubung langsung dengan Pusat Pengendalian Operasi serta 32 titik pemantauan tersebar di daerah rawan Karhutla di seluruh Kalimantan Tengah.
Melalui sistem tersebut, Gubernur dan tim dapat melihat situasi secara langsung serta berkomunikasi dengan petugas di lapangan, sehingga dapat segera memutuskan penambahan personel, peralatan, maupun penyesuaian strategi sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.
Pulang Pisau, khususnya kawasan Tumbang Nusa, saat ini menjadi salah satu fokus utama karena merupakan kawasan lahan gambut dengan titik panas yang cenderung meluas.
Agustan menekankan bahwa penanganan Karhutla harus menjadi tanggung jawab bersama dan membutuhkan sinergi lintas instansi.
“Kami terus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan TNI, Polri, pemerintah kabupaten, hingga kelompok masyarakat seperti Masyarakat Peduli Api dan Manggala Agni. Ini adalah tanggung jawab bersama, jangan ada yang merasa paling dominan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya keselamatan petugas, menyebutkan pernah ada personel yang sempat terkepung api dan harus dirawat, meski kini telah pulih dan kembali bertugas.
Selain pemantauan, Pemprov Kalteng juga menerapkan serangkaian langkah taktis di lapangan. Antara lain membersihkan dan memperbaiki lebih dari 6 kilometer saluran kanal sebagai sekat penjalaran api, membangun dan mengoperasikan enam sumur bor di titik strategis, mengerahkan tiga helikopter pengebom air serta satu helikopter patroli dukungan BNPB, dan menyiapkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca yang disesuaikan dengan potensi sebaran awan hujan.
Melalui kombinasi pengawasan langsung dan penguatan langkah penanganan di lapangan, diharapkan penanganan Karhutla dapat berjalan lebih cepat, tepat, dan efektif.
"Seluruh upaya ini diarahkan demi mewujudkan wilayah Kalimantan Tengah yang aman, kondusif, dan bebas dari gangguan asap akibat kebakaran hutan dan lahan," pungkasnya. (PATHUR/H)









