PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi di Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, tepatnya di kawasan Jalan Trans Kalimantan Palangka Raya - Banjarmasin Kilometer 32.

Segera setelah menerima laporan, Tim Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah bergerak cepat melakukan penanganan di lokasi.

Lokasi kebakaran berada di kawasan lahan gambut dalam dengan vegetasi berupa semak belukar, pohon akasia, geronggang, blangiran, serta tanaman pakis dan tanaman menjalar.

Karakteristik gambut dalam ini membuat penanganan menjadi lebih kompleks, karena api tidak hanya membakar permukaan, melainkan juga dapat menjalar ke bawah tanah dan bara dapat bertahan tersembunyi sebelum kembali muncul.

Penanganan dilakukan oleh tim gabungan yang meliputi personel Dalkarhutla Dinas Kehutanan, Pemadaman Darat, Brimob Polri, BPBD Provinsi Kalteng, serta Masyarakat Peduli Api Jumpun Pambelum.

Mereka melakukan pemadaman langsung, pembatasan penjalaran api, hingga proses pendinginan menyeluruh, dengan mengambil sumber air dari parit yang berjarak sekitar 20 meter dari titik kebakaran.

Peralatan yang dikerahkan mencakup satu unit mobil single cabin, satu unit Artco, mesin pompa, selang, serta perangkat komunikasi guna menjaga koordinasi yang baik di lapangan. Di sekitar lokasi terdapat akses jalan berjarak 20 meter dan perkebunan kelapa sawit sekitar 100 meter, sehingga pencegahan penyebaran ke area tersebut menjadi prioritas.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng, Agustan Saining, menjelaskan bahwa lapisan gambut dalam menjadi tantangan tersendiri karena api dapat kembali muncul meski tampak padam di atas permukaan.

“Selain pemadaman, pendinginan juga harus dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada titik yang kembali menyala,” tegasnya

Ia menambahkan penanganan ini sejalan dengan arahan Gubernur Agustiar Sabran untuk respons cepat dan kesiapsiagaan maksimal.

Tim tetap berada di lokasi melanjutkan pemantauan dan pendinginan berkelanjutan, mengingat karakteristik gambut yang dapat menyimpan bara dalam waktu lama.

"Penanganan lanjutan terus dilakukan untuk mencegah kebakaran menyebar atau bangkit kembali," pungkasnya. (PATHUR/H)