BORNEONEWS, Palangka Raya - Industri kelapa sawit tidak hanya berkontribusi terhadap perekonomian Kalimantan Tengah melalui produksi dan perdagangan komoditas, tetapi juga menjadi sumber mata pencaharian bagi ratusan ribu masyarakat.
Sekretaris Eksekutif GAPKI Cabang Kalimantan Tengah, Rawing Rambang, menyebutkan jumlah tenaga kerja yang terserap dalam sektor kelapa sawit di Kalteng mencapai 218.715 orang.
“Jumlah tenaga kerja sawit di Kalimantan Tengah sebesar 218.715 orang,” ujar Rawing kepada Borneonews pada Selasa, 11 Agustus 2026.
Menariknya, keterlibatan perempuan dalam sektor perkebunan kelapa sawit juga cukup besar. Dari jumlah tersebut, sekitar 36,93 persen merupakan tenaga kerja perempuan, sedangkan 63,07 persen lainnya merupakan tenaga kerja laki-laki.
Menurut Rawing, angka tersebut menunjukkan bahwa perkebunan kelapa sawit memiliki peran besar dalam menyediakan kesempatan kerja bagi masyarakat Kalteng.
Besarnya penyerapan tenaga kerja tersebut juga memperlihatkan bahwa keberadaan industri sawit memiliki dampak sosial ekonomi yang luas. Aktivitas perkebunan tidak hanya menciptakan pekerjaan secara langsung, tetapi juga menggerakkan berbagai kegiatan ekonomi pendukung di sekitar wilayah perkebunan.
Karena itu, Rawing menilai keberlanjutan sektor sawit menjadi penting untuk terus dijaga. Pertumbuhan industri sawit diharapkan tetap memberikan manfaat bagi perusahaan, pekerja, pekebun, masyarakat dan pemerintah daerah.
“Kelapa sawit adalah komoditas yang memberikan kontribusi yang sangat nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional,” katanya.
Dengan luas perkebunan yang mencapai sekitar 1,58 juta hektare, sektor sawit diperkirakan akan tetap menjadi salah satu penggerak utama perekonomian Kalimantan Tengah ke depan. (TESTI PRISCILLA/H)









