SERUYAN –

BORNEONEWS, Kuala Pembuang – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian serius di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Hingga Agustus 2026, tercatat sebanyak 220 titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Kabupaten Seruyan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Seruyan, Agus Supriadi, mengatakan data tersebut merupakan akumulasi titik panas yang terpantau sejak Januari hingga Agustus 2026.

“Berdasarkan data yang ada hingga hari ini 220, atau dari Januari hingga Agustus,” kata Agus, Selasa, 11 Agustus 2026.

Kecamatan Seruyan Hilir dan Seruyan Hilir Timur menjadi dua wilayah yang cukup sering terjadi kebakaran hutan dan lahan di wilayah setempat.

“Di wilayah ini untuk kemarin saja kami melakukan penanganan karhutla ada sembilan titik,” ujarnya.

Penanganan karhutla di dua kecamatan tersebut bukan perkara mudah. Tim gabungan di lapangan harus bekerja ekstra untuk menjinakkan kobaran api dan mencegah kebakaran meluas ke area lainnya.

Dalam sejumlah penanganan, petugas bahkan harus berjibaku sejak pagi hingga malam hari. Kondisi lahan yang terbakar, cuaca panas, angin, serta sulitnya akses menuju lokasi menjadi tantangan tersendiri bagi tim gabungan.

BPBD Seruyan mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan. Upaya pencegahan dinilai menjadi langkah paling efektif untuk menekan potensi karhutla, terlebih di tengah kondisi musim kemarau.

Agus kembali mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. “Mari bersama-sama melakukan pencegahan karhutla,” imbaunya. (FAHRUL/H)