PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Sebanyak 173 titik panas atau hotspot hingga, Selasa, 11 Agustus 2026 terdeteksi di Kabupaten Kotawaringin Barat.

Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Kotawaringin Barat, Andhan Santana mengatakan hotspot tersebut tersebar di lima dari enam kecamatan di Kobar.

“Total keseluruhan ada 173 titik hotspot. Kecamatan Kumai menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 71 titik. Jumlah tersebut hanya terpaut satu titik dibandingkan Kecamatan Arut Selatan yang mencatat 70 hotspot," jelasnya.

Selanjutnya Kecamatan Arut Utara tercatat 27 hotspot, Kotawaringin Lama tiga titik dan Pangkalan Banteng dua titik. Sedangkan Kecamatan Pangkalan Lada tidak mencatat adanya hotspot selama Agustus 2026.

Selain mencatat 173 hotspot, BPBD Kobar juga mencatat 45 kejadian karhutla dengan total luasan mencapai 115,28 hektare pada periode yang sama.

Dari 45 kejadian tersebut, Arut Selatan menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak, yakni 19 kejadian. Kumai sebanyak 17 kejadian, Pangkalan Lada empat kejadian, Pangkalan Banteng tiga kejadian dan Kotawaringin Lama dua kejadian.

ementara Arut Utara tidak mencatat kejadian karhutla selama Agustus 2026. (WAHYU KRIDA/R)