BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kecamatan Kumai menjadi wilayah dengan luasan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terbesar di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) berdasarkan data terakhir Selasa, 11 Agustus 2026.
Berdasarkan data BPBD Kobar, luasan karhutla di Kecamatan Kumai mencapai 79,51 hektare dari total 115,28 hektare karhutla yang tercatat di Kobar selama Agustus.
Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Kotawaringin Barat, Andhan Santana, mengatakan di Kecamatan Kumai tercatat 17 kejadian karhutla. “Untuk Kumai ada 17 kejadian dengan luasan 79,51 hektare,” jelas Andhan Santana.
Selain kejadian karhutla, Kumai juga menjadi kecamatan dengan jumlah hotspot tertinggi di Kobar selama Agustus, yakni mencapai 71 titik. Jumlah tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan Arut Selatan yang mencatat 70 hotspot.
Secara keseluruhan, BPBD Kobar mencatat 173 hotspot selama Agustus 2026. Selain Kumai dan Arut Selatan, hotspot juga terdeteksi di Arut Utara sebanyak 27 titik, Kotawaringin Lama tiga titik dan Pangkalan Banteng dua titik.
Bupati Kobar Nurhidayah mengatakan pemerintah daerah masih menetapkan status siaga dan mempertimbangkan peningkatan status menjadi tanggap darurat.
“Untuk status saat ini kita masih siaga, mungkin nanti kita akan naikkan menjadi tanggap darurat. Karena ada beberapa titik yang menjadi atensi kita, termasuk tadi malam juga di daerah Kumai dan sekitarnya,” jelas Bupati.
Bupati mengatakan usulan peningkatan status tersebut telah diajukan. “Ini kita sudah ajukan. Karena kemarin memang diminta juga oleh Pak Gubernur selaku penanggung jawab untuk meningkatkan status ini,” jelas Bupati. (WAHYU KRIDA/R)









