BORNEONEWS, Tamiang Layang - Sebanyak 167 rumah warga dan 11 fasilitas umum serta fasilitas sosial (fasum-fasos) di Desa Muara Awang, Kecamatan Dusun Tengah, Kabupaten Barito Timur, kini telah tersambung listrik. Masyarakat setempat mulai menikmati aliran listrik 24 jam setelah pembangunan jaringan dan sambungan listrik perdesaan rampung.
Sebanyak 167 Sambungan Rumah (SR) tersebut terpasang secara gratis melalui Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dalam rangka Program Listrik Perdesaan (Lisdes) yang bersumber dari APBN tahun 2025.
Selain sambungan rumah melalui BPBL, pelaksana juga menyambungkan listrik ke 11 fasum-fasos non-BPBL di Desa Muara Awang.
Camat Dusun Tengah Prismayandi mengatakan, tersambungnya listrik ke rumah warga dan berbagai fasilitas di Desa Muara Awang menjadi kabar penting bagi masyarakat yang selama ini menantikan hadirnya listrik 24 jam.
“Atas nama Pemerintah Kecamatan Dusun Tengah dan mewakili seluruh lapisan masyarakat Desa Muara Awang, kami menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya,” ujar Prismayandi, Selasa, 11 Agustus 2026.
Ia mengapresiasi Pemerintah Pusat yang telah mengalokasikan dukungan pembangunan infrastruktur energi tersebut. Prismayandi juga menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Barito Timur, khususnya Bupati M Yamin beserta jajaran, serta PT PLN (Persero) yang telah menyelesaikan pembangunan jaringan dan sambungan listrik perdesaan di Desa Muara Awang.
“Terima kasih kepada Pemerintah Pusat atas alokasi dan dukungan pembangunan infrastruktur energi ini, kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Barito Timur, khususnya Bapak Bupati beserta seluruh jajaran, serta PT PLN yang telah bekerja keras menyelesaikan pembangunan jaringan dan sambungan listrik perdesaan di Desa Muara Awang dengan sangat baik,” katanya.
Prismayandi menegaskan, jumlah 167 sambungan rumah dan 11 fasum-fasos yang telah teraliri listrik menunjukkan bertambahnya akses energi bagi masyarakat Desa Muara Awang.
Menurutnya, listrik 24 jam tidak hanya memberikan penerangan di rumah warga. Ketersediaan energi juga dapat mendukung berbagai aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan ekonomi, pendidikan dan pelayanan publik.
“Hadirnya aliran listrik 24 jam ini merupakan mimpi panjang warga yang akhirnya terwujud,” ungkapnya.
Prismayandi mengatakan, masyarakat kini memiliki kesempatan lebih besar untuk memanfaatkan listrik dalam menjalankan dan mengembangkan usaha. Pelaku usaha lokal dapat menggunakan peralatan yang membutuhkan pasokan listrik secara lebih leluasa.
Di bidang pendidikan, listrik memungkinkan anak-anak belajar pada malam hari dengan kondisi yang lebih baik. Sementara bagi pemerintah desa, ketersediaan listrik dapat menunjang berbagai kegiatan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami meyakini masuknya listrik tidak hanya memerdekakan warga dari kegelapan, tetapi juga akan mendongkrak perekonomian lokal, meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak kita, serta menunjang pelayanan publik di Desa Muara Awang,” katanya.
Bupati Barito Timur M. Yamin sebelumnya meninjau kesiapan pelaksanaan peresmian Program Lisdes di Desa Muara Awang, Senin, 10 Agustus 2026.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan aspek teknis dan sarana pendukung telah siap sebelum agenda peresmian berlangsung.
Peresmian Program Lisdes di Desa Muara Awang rencananya berlangsung melalui teleconference secara serentak secara nasional. Agenda tersebut mencakup 10 wilayah kabupaten/kota di Indonesia dan akan dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia melalui teleconference.
Bagi masyarakat Desa Muara Awang, tersambungnya 167 rumah dan 11 fasum-fasos menjadi bagian penting dari perluasan akses listrik di wilayah perdesaan.
Pemerintah daerah berharap masyarakat memanfaatkan fasilitas kelistrikan tersebut secara produktif untuk mengembangkan kegiatan ekonomi, mendukung pendidikan anak-anak serta memperkuat aktivitas sosial dan pelayanan publik.
Dengan tersambungnya ratusan rumah dan sejumlah fasilitas publik, Program Lisdes di Desa Muara Awang kini memberikan akses energi yang lebih merata bagi masyarakat. Pemerintah juga mendorong warga menjaga jaringan dan fasilitas kelistrikan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. (AGUSTINUS BOLE MALO/J)









